Film

Review Film: Forgotten (2017)

Forgotten  (Korea: 기억의 밤, Gi-eok-eui Bam) adalah film thriller misteri Korea Selatan yang dirilis pada tahun 2017. Film ini disutradarai oleh Jang Hang-jun. Berikut adalah sinopsis singkat film “Forgotten”. Film “Forgotten” mengikuti kisah seorang pria bernama Jin-seok (diperankan oleh Kang

Sinopsis dan Review Film Harry Potter and the Order of the Phoenix

/

JAKARTA, RETENSI.ID – and the Order of the Phoenix” adalah yang mengadaptasi kelima dalam seri Potter karya J.K. Rowling. Ceritanya dimulai ketika Harry Potter kembali ke Hogwarts setelah musim panas. Di sekolah, dia mulai merasa jika dirinya telah diabaikan oleh banyak orang karena pertarungannya dengan Lord di seri sebelumnya. Bahkan, Kementerian menyangkal kebenaran pertarungan tersebut.

Harry mulai merasakan tekanan yang luar biasa sebagai “The Chosen One” dan merasa semakin terisolasi. Namun, dia menemukan Order of the Phoenix, sebuah kelompok yang dibentuk oleh Dumbledore untuk melawan Voldemort. Bersama dengan teman-temannya, Ron dan Hermione, Harry mulai mempersiapkan diri untuk pertempuran di masa depan.

Pada saat yang sama, Harry terus mengalami mimpi-mimpi buruk, di mana dia melihat aksi Voldemort. Dengan bantuan dari Profesor Snape, dia mulai mampu untuk mengatasi masalah ini.

Sutradara David Yates berhasil menangkap atmosfer gelap dan tegang dari novel yang dijadikan adaptasi film, memberikan gambaran yang mendalam tentang masalah yang melanda dunia Harry. Efek visual yang spektakuler dan adegan pertempuran yang mengesankan membuat film ini sangat menarik untuk ditonton.

Secara keseluruhan, “Harry Potter and the Order of the Phoenix” adalah film yang memuaskan bagi para penggemar seri film Harry Potter, serta dapat menarik perhatian penonton yang belum pernah membaca bukunya. Film ini adalah penyajian yang luar biasa dari salah satu novel yang paling mendebarkan dalam saga Harry Potter.

Review dan Sinopsis Film Munkar

/

JAKARTA, RETENSI.ID – ” (2024) membawa cerita yang menarik tentang dampak serius dari di lingkungan , yang bisa berujung pada teror yang . Santriwati, seorang santri wanita, menjadi korban perundungan yang parah, membawa kisah ini ke arah yang dan tegang. Dalam film ini, Santriwati menjadi karakter utama yang mengemban peran penting, membawa cerita ke tempat-tempat yang gelap dan misterius.

Tema yang dihadirkan dalam “Munkar” menambahkan lapisan yang lebih dalam, memperlihatkan perjuangan Santriwati untuk bangkit dari keterpurukan, bahkan dari kematian. Cerita ini juga mengungkapkan bahwa “Munkar” tidak hanya sekadar menyoroti bullying di pesantren, tetapi juga menyajikan pesan kuat tentang kekuatan dan keteguhan hati seseorang dalam menghadapi yang menakutkan.

Film ini menjadi pengingat bahwa bullying adalah masalah yang serius dan nyata, dengan konsekuensi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan serius. Diharapkan, “Munkar” mampu memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya menghentikan bullying dan mendorong penonton untuk berani berdiri melawan kejahatan semacam itu. Dengan plot yang menarik dan tema yang kuat, “Munkar” menjanjikan pengalaman menonton yang menghibur, menggugah, dan mendebarkan bagi para penontonnya.

Review dan Sinopsis Film Jagat Alam: Sinden Gaib

/

JAKARTA, RETENSI.ID – terbaru yang , “Jagat Alam Gaib: Gaib”, sudah dirilis pada tanggal 22 Februari 2024, mengangkat kisah nyata dari Trenggalek. Dibintangi oleh sebagai pemeran utama, film ini juga melibatkan sejumlah aktor dan terkenal untuk menciptakan yang mendalam.

Selain Sara Fajira, ada nama-nama seperti Rizky Hanggono, Laras Sardi, Liek Suyatno, Yuyun Arfah, Novita Hardini, Yeyen Lidya, Riza Syah, Dimas Aditya, Naufal Samudra, dan Arla Ailani yang turut berperan. Disutradarai oleh Faozan Rizal, dengan naskah yang ditulis oleh penulis terdiri dari Gerald Mamahit, Bumi Nusantara, dan BW Purbanegara, film ini menjanjikan pengalaman yang intens.

Ceritanya berkisah tentang Ayu (diperankan oleh Sara Fajira), yang tiba-tiba memiliki kemampuan sebagai sinden di desanya. Namun, kemampuan ini justru membawa malapetaka bagi warga sekitar karena terhubung dengan arwah sinden bernama Sarinten, yang berasal dari Banyuwangi dan kini menetap di Trenggalek.

Dengan nuansa mistis yang kental dan tembang Jawa yang terkesan gaib, “Sinden Gaib” mengajak penonton untuk memasuki dunia misteri yang menyeramkan, menjelajahi yang mengintai di balik Jagat Alam Gaib.

Review dan Sinopsis Film Lampir

/

JAKARTA, RETENSI.ID –” adalah produksi ketiga dari Sinergi Pictures setelah sukses dengan “Perjanjian Gaib” dan “Bukan Aku Tidak Mau Nikah” (2023). ini membawa kembali sosok Mak Lampir yang memicu kenangan gelap era 90-an tentang dari dunia lain dengan ciri khas tawanya. Dalam versi ini, Mak Lampir hadir dengan penampilan yang lebih menyeramkan, dengan rambut putih panjang dan kuku-kuku tajam, menciptakan atmosfer yang kuat.

Ceritanya berfokus pada Wendy dan Angga, sepasang kekasih yang memilih vila megah untuk pemotretan pre-wedding mereka. Namun, vila tersebut terkait dengan Mak Lampir yang berambisi menjadi manusia tercantik dan abadi, menghadirkan permainan mematikan yang membuat mereka dan teman-temannya terperangkap dalam ketakutan, berjuang untuk keluar dari vila yang angker.

Film “Lampir” diperkuat oleh sejumlah aktor dan terkenal seperti Ardina Rasti, , Jolene, Maire, Rory Asyari, Gandhi Fernando, Hana Saraswati, dan Sheila Salsabila, diharapkan meningkatkan daya tarik film ini di kalangan penonton.

Selain menawarkan atmosfer yang intens, “Lampir” juga menampilkan sentuhan vintage melalui setting vila bergaya, memberikan pengalaman menonton yang menegangkan dan menghibur bagi penggemar genre horor.

Review dan Sinopsis Film Harry Potter and the Goblet of Fire

/

JAKARTA, RETENSI.ID – and the ” adalah keempat dalam seri Potter yang didasarkan pada dengan judul yang sama karya J.K. Rowling. Cerita film ini berfokus pada petualangan Harry Potter di tahun keempatnya di Sekolah Hogwarts. Ketika Turnamen Triwizard diadakan di Hogwarts, yang biasanya hanya untuk penyihir yang lebih tua, nama Harry secara muncul sebagai peserta keempat, meskipun dia tidak mendaftarkan diri. Harry kemudian harus menghadapi mematikan dalam turnamen tersebut sambil mengungkap di balik penampilan namanya.

“Harry Potter and the Goblet of Fire” adalah salah satu film yang paling seru dan menegangkan dalam seri Harry Potter. Film ini berhasil menangkap esensi petualangan Harry yang semakin gelap dan menegangkan seiring bertambahnya usia dan keberanianya. yang kompleks, di samping efek visual yang mengesankan dan penyutradaraan yang giat, membuat film ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar maupun penonton baru.

Pemeran dalam film ini memberikan penampilan yang mengesankan, khususnya Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter, yang semakin memperkuat keterampilannya dalam membawa karakter tersebut. Juga, tambahan karakter baru seperti Viktor Krum dan Cedric Diggory membawa keberagaman yang menyegarkan dalam alur cerita.

Secara keseluruhan, “Harry Potter and the Goblet of Fire” adalah perjalanan yang mendebarkan dan menegangkan ke dalam dunia sihir yang penuh misteri dan bahaya. Film ini pasti akan memuaskan penggemar setia seri ini serta menarik perhatian penonton baru dengan cerita yang mendalam dan visual yang spektakuler.

Review dan Sinopsis Film Pasutri Gaje

/

JAKARTA, RETENSI.ID – Webtoon populer “Pasutri ” karya Anissa Nisfihani diangkat ke layar lebar oleh Falcon Pictures, dengan sutradara Fajar Bustomi memegang kendali untuk memuaskan penggemar webtoon dan menarik penonton baru. Visual menampilkan konsep editing menarik yang tetap setia pada nuansa webtoonnya dan tak kehilangan daya tarik bagi penggemar.

Khayalan yang kreatif dan beragam dalam penggambarannya menciptakan kesenangan bagi penonton dan seringkali menimbulkan tawa. Editing yang menawan juga layak mendapat pujian. Cerita film ini mengikuti perjalanan Adimas (Reza Rahadian) dan Adelia (Bunga Citra Lestari) dalam rumah tangga mereka, mulai dari pernikahan hingga memiliki anak. Tekanan untuk segera memiliki keturunan datang dari berbagai arah, tetapi masalah muncul saat Adelia tidak hamil meskipun Adimas mengumumkan kehamilan.

Meskipun masalah yang diangkat tergolong ringan, film ini tetap solid dalam penyampaian cerita. Pesan tentang pernikahan muda mudah dipahami oleh penonton. Selain utama, para pendukung seperti Zsa Zsa Utari, Kiky Saputri, dan TJ memberikan penampilan yang kuat, terutama dalam memberikan elemen yang menghibur.

Meski begitu, akting mereka tetap mengesankan. Konteks “gaje” mungkin lebih terlihat pada karakter pendukung daripada pasangan utama. Meski demikian, keseluruhan film Pasutri Gaje tetap menghibur dan layak ditonton.

Review dan Sinopsis Film Agak Laen

/

JAKARTA, RETENSI.ID – ” adalah film garapan Muhadkly Acho sebagai pembuat naskahnya. Film ini dinilai bagus dan menghibur penonton dengan tentang kehidupan sehari-hari. Penggunaan logat kedaerahan dan sindiran-sindiran dalam percakapan tongkrongan membuat film ini terasa familiar bagi penonton. Selain itu, Cho berhasil menampilkan keberagaman dengan cara yang ramah dan tidak melampaui batas.

Tokoh utama film ini, yang terdiri dari Boris Bokis, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga, memiliki chemistry yang kuat dan berhasil menyampaikan ide komedi konvensional tanpa menggunakan komedi yang berlebihan. Acho dapat menggabungkan komedi verbal dengan baik sambil mempertahankan unsur-unsur komedi tanpa kehilangan daya tarik penonton.

Acho berhasil menggabungkan , , dan komedi dalam film ini. Pengalaman Acho dalam membuat drama dan adegan horor tampaknya menguntungkan, dengan adegan horor yang sederhana namun menarik. Penggunaan bahasa isyarat adalah contoh yang bagus untuk membangun lingkungan film yang inklusif.

Film ini memberikan efek visual yang luar biasa tanpa menggunakan permainan cahaya yang berlebihan. Pengalaman menonton film ini tidak terganggu meskipun ceritanya lebih sederhana. Secara keseluruhan, “Agak Laen” adalah film yang berbeda dan menghibur bagi industri film Indonesia, dengan naskah yang matang dan menyentuh yang dapat dinikmati oleh berbagai demografi penonton.

Review dan Sinopsis Film Seoul Vibe

/

JAKARTA, RETENSI.ID – Vibe” adalah yang mengangkat kisah pada tahun 1988, saat sedang meriah sebagai tuan rumah Musim Panas. Di tengah euforia tersebut, para pemuda Seoul terobsesi dengan budaya asing, termasuk hip-hop, gaya berpakaian unik, dan balapan mobil.

Cerita berfokus pada geng balap bernama Sanggye-dong Supreme Team atau Bbangkku family, yang dipimpin oleh Dong-wook (Yoo Ah-in). Bersama anggotanya yang energik, seperti DJ John Woo (Go Kyung-pyo), Bok-nam (Lee Kyu-hyung), Yoon-he (Park Ju-hyun), dan Joon-gi (Ong Seong-wu), mereka membentuk balap yang juga menerima tawaran dari Kejaksaan untuk menyelidiki dana gelap.

Dalam berbahaya ini, Bbangkku family harus berhadapan dengan tokoh penting di Seoul, seperti Lee Hyun-kyun (Kim Sung-kyun) dan Kang In-soong (Moon So-ri), yang menjadi utama investigasi mereka. Namun, mereka juga harus mengatasi kejar-kejaran mobil yang tak terhindarkan dan memastikan lancarnya upacara pembukaan Olimpiade Seoul 1988.

Disutradarai oleh Moon Hyun-sung dan ditulis oleh Sua Shin, “” menampilkan aksi seru balapan mobil, pertarungan melawan kejahatan, dan konflik internal dalam geng balap yang penuh dengan karakteristik unik. Dengan penampilan beberapa bintang muda Korea yang berbakat, film ini menjanjikan hiburan yang memikat dengan perpaduan aksi, , dan nuansa nostalgia tahun 1980-an.

Review dan Sinopsis Film Room No.7

/

JAKARTA, RETENSI.ID – ini menceritakan tentang dua orang dengan masing-masing terjebak dalam yang sama, situasi itu menjadi panggung untuk tak terhindarkan. Doo Sik, diperankan oleh Shin Ha Kyun, adalah pemilik bisnis DVD Bang yang berjuang melawan perkembangan teknologi. Sementara Tae Jung, diperankan oleh Do Kyung Soo, adalah pekerja paruh waktu yang terjerat dalam bisnis narkoba untuk mengatasi masalah keuangan.

Namun, keadaan menjadi rumit ketika sebuah peristiwa tragis terjadi di DVD Bang milik Doo Sik, memaksa mereka untuk menyembunyikan mayat di ruangan nomor 7. Sekarang, ruangan tersebut menjadi pusat perhatian karena Tae Jung menyadari bahwa tasnya yang berisi narkoba juga terkunci di sana. Persaingan antara mereka berdua dimulai, dengan masing-masing berusaha mempertahankan rahasia mereka sendiri dengan menguasai ruangan tersebut.

Dalam upaya untuk tetap menguasai ruangan nomor 7, Doo Sik dan Tae Jung terlibat dalam konflik yang semakin memanas. Mereka menggunakan segala cara untuk tidak membiarkan rahasia mereka terungkap di tengah situasi yang semakin tegang.

Dengan judul “Room No. 7,” film ini menawarkan cerita yang dipenuhi dengan ketegangan dan persaingan di antara dua individu dengan rahasia yang terkunci dalam satu ruangan. Diperankan oleh dua aktor yang berbakat, film ini menjanjikan pengalaman yang menghadirkan intrik dan kejutan di setiap jengkalnya.

Top Gun: Maverick, Tom Cruise Kembali Dalam Misi Menantang dengan Gaya Lama dan Baru!

/

JAKARTA, RETENSI.ID – : adalah sebuah yang mengangkat kisah dari Angkatan Laut Amerika Serikat (yang juga dikenal sebagai “Top Gun”) yang rilis setelah 36 tahun film pertamanya. Film yang masih dibintangi oleh aktor terkenal Tom Cruise, film ini seakan membawa penontonnya bernostalgia, tapi dikemas dalam sentuhan yang berbeda. Pasalnya, kali ini Captain Pete “Maverick” Mitchell (diperankan oleh Tom Cruise), bukan hanya menjalankan tugasnya sebagai pilot pesawat tempur tetapi juga sebagai instruktur.

Dalam waktu 2 jam, film ini akan mengisahkan cerita dari Captain Maverick yang sudah lebih dari 30 tahun mengabdi sebagai salah satu lulusan Angkatan Laut yang terbaik. Maverick dikenal sebagai Captain Pilot yang pemberani dan sukses di setiap aksi penerbangannya hingga pada suatu ketika, dia ditugaskan kembali ke Top Gun untuk melatih para pilot lulusan terbaik, demi sebuah khusus yang sangat menantang dan butuh pengorbanan yang besar. Pertemuannya dengan Letnan Bradley “” Bradshaw yang merupakan putra dari mendiang Letnan Nick Bradshaw alias “”, sekaligus membuatnya sangat down hingga berada di posisi yang sulit.

Sutradara berhasil mengajak penonton bernostalgia ke film pertamanya. Di mana terdapat beberapa kesamaan yang ditunjukkan, seperti adegan pembuka yang menampilkan petugas lapangan yang sedang sibuk, kalimat pengenalan tentang akademi Top Gun, serta iringan lagu Top Gun Anthem dan Danger Zone yang sama dengan film Top Gun yang pertama. Persaingan antar pilot yang dahulu terjadi antara Iceman (Val Kilmer) dan Maverick pun kembali terulang pada karakter yang ada di film ini, yaitu Rooster (Miles Teller) dengan (Glen Powell). Selain itu, juga terdapat hal kecil di mana Maverick yang tampak masih setia dengan motor Kawasaki Ninja dan jaketnya yang khas.

Terlepas dari ceritanya yang sangat menarik penonton, film ini juga menghadirkan para aktor yang berbakat dalam penampilannya seperti Tom Cruise, pria 59 tahun yang masih mampu membawakan perannya dengan sangat menjiwai baik saat bertugas sebagai pelatih pilot maupun dalam menampilkan emosinya. Selain Tom Cruise, Top Gun: Maverick juga menampilkan beberapa aktor terkenal lainnya seperti Miles Teller, Jennifer Connelly, Jon Hamm, Glen Powell, dan aktor lainnya.

1 2 3 7