Tren

Oknum Preman Hampir Keroyok Seorang TNI di Bekasi

BEKASI, RETENSI.ID – Bekasi diramaikan oleh berita penganiayaan yang dilakukan oleh satu kelompok preman yang mengatasnamakan warga lokal terhadap seorang anggota TNI bernama Iwan Setiawan. Kejadian itu terjadi pada saat Iwan melakukan

Kohler Co. Masuk Nominasi Milan Design Week FuoriSalone Award

MILAN, RETENSI.ID – kembali menunjukkan inovasi dan desainnya yang luar biasa di Milan Design Week 2024. Di Salone del Mobile, Kohler meluncurkan produk terbarunya yang menarik perhatian para pengunjung. Di Palazzo del Senato, Kohler menghadirkan instalasi imersif yang memukau, membuat pengunjung terkesan.

Kohler berkolaborasi dengan seniman-desainer Dr. Samuel Ross MBE dan studio desainnya, SR_A, untuk menghadirkan instalasi berskala besar yang memukau di . Instalasi ini menandai kelanjutan kerjasama jangka panjang antara Kohler dan SR_A.

Terminal 02: Perjalanan Menuju Toilet Futuristik

Bintang utama instalasi ini adalah Terminal 02, sebuah jaringan pipa industri yang rumit bagaikan labirin yang mengarah ke Formation 02, toilet cerdas edisi terbatas dengan desain yang unik dan futuristik.

Melangkah melalui Terminal 02, pengunjung akan disuguhkan dengan pertunjukan air yang menawan dalam berbagai bentuk dan tingkatan. Instalasi ini memadukan konsep aliran dan kontrol dengan penemuan dan permainan, menghadirkan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan kecanggihan rekayasa industri.

Perpaduan Klasik dan Modern di Palazzo del Senato

Terminal 02 dan Formation 02 dipamerkan di dalam Palazzo del Senato yang bersejarah. Perpaduan produk industri modern dengan arsitektur klasik ini menciptakan kontras yang indah dan mencerminkan filosofi Kohler dan SR_A untuk menghormati tradisi sambil terus berinovasi dan mengubah perspektif tentang air.

Lebih dari Sekedar Toilet

Instalasi Kohler di Milan Design Week 2024 bukan hanya memamerkan produk baru, tetapi juga merupakan sebuah pernyataan artistik yang kuat. Instalasi ini mengundang pengunjung untuk merenungkan hubungan mereka dengan air dan menantang mereka untuk melihat toilet dengan cara yang baru.

Kohler Co. Stan di Salone del Mobile Fair

Merek-merek Kohler, yaitu Kohler, Kallista, Kast dan Klafs, hadir di pameran yang menakjubkan di International Bathroom Exhibition (Aula 06 –  ruang A38 dan A40) di Salone del Mobile.

Stan karya rancangan studio desain internasional, Yabu Pushelberg, ini mengundang pengunjung menikmati perjalanan yang memukau di mana seni, desain, teknologi, dan kesejahteraan saling bertemu, membawa gagasan tentang pengalaman yang dipersonalisasi dan kesehatan imersif ke tingkat yang baru.

Desain stan ini memanfaatkan kekayaan warisan Kohler, membangkitkan gerakan air dan membawa tamu mengeksplorasi bentuk, tekstur, dan cahaya yang memukau. Merek-merek Kohler Co. dihadirkan melalui sederetan ruang melengkung dan saling terhubung yang menampilkan inovasi, desain, dan kesehatan terkini – mulai dari keran dan perlengkapan berukuran ramping hingga bathtub mewah, shower futuristik, dan sauna sesuai standar. Setiap sketsa dikoreografikan dengan cermat untuk menekankan integrasi bentuk dan fungsi secara sempurna, sebagai bukti keteguhan komitmen Kohler Co. terhadap keahlian dan kualitas.

Kohler juga bermitra dengan DS & Durga untuk elemen olfaktori di pameran tersebut. Wewangian pilihan bertema “Concrete After Lightning” adalah wewangian yang bersih dan segar, melengkapi penyajian yang memukau hasil imajinasi Kohler dan Yabu Pushelberg. Dengan sangat ahli, Myndstream juga menciptakan nuansa suara yang kian meningkatkan pengalaman sensorik di stan Kohler Co. di Salone del Mobile, sehingga membuatnya berbeda di tengah keramaian lingkungan pameran.

Stan Kohler juga menampilkan patung menakjubkan berjudul Scuola di Pesci Milan karya seniman David Franklin. Karya ini menunjukkan potensi kreativitas dan imajinasi yang transformatif, mengundang pengunjung yang lewat untuk turut menikmati pengalaman artistik melalui penyajian materi yang berasal dari alam.

Tentang Kohler Co.
Selama lebih dari 150 tahun, Kohler Co. adalah perusahaan terdepan di dunia di bidang desain dan inovasi. Kohler Co. berdedikasi untuk menyediakan kehidupan yang nyaman melalui produk dapur dan kamar mandi; lemari mewah, ubin dan penerangan; solusi energi terdistribusi dan pengalaman hotel mewah serta kejuaraan golf besar.  Kohler Co. adalah perusahaan swasta yang didirikan pada tahun 1873 dan berkantor pusat di Kohler, Wisconsin. Kohler Co. juga mengembangkan berbagai solusi untuk masalah mendesak, misalnya air bersih dan sanitasi, bagi masyarakat yang kurang terlayani di seluruh dunia guna meningkatkan kualitas hidup generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Palazzo del Senato

Salone del Mobile 

Via Senato 10

Fiera Milano Rho – S.S. del Sempione 28 – Rho

Selasa, 16 April – Minggu, 21 April

Selasa, 16 April – Minggu, 21 April

Buka setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 22.00

Buka setiap hari untuk pers: Pukul 8.30 – 18.30

Dialog Pemerintah-Swasta untuk Mengkaji Implementasi Strategi Transisi Energi Terintegrasi untuk Mendorong Dekarbonisasi Industri

JAKARTA, RETENSI.ID – Mengingat urgensi masalah iklim global dan kebutuhan untuk mempercepat transisi ke sumber energi terbarukan, menyelenggarakan dialog antara pemerintah dan swasta pada hari Kamis, 7 Maret 2024. Dialog ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif kemajuan dan dalam mengimplementasikan strategi transisi energi terintegrasi untuk mendorong industri di .

Menyadari peran penting sektor energi dalam memerangi perubahan iklim, dialog ini menggali target dan strategi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia serta kemajuan terkini, praktik terbaik, dan hambatan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dalam melakukan transisi ke energi terbarukan dan menerapkan efisiensi energi. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi kendala regulasi, keterbatasan akses terhadap pembiayaan, kurangnya keahlian, dan infrastruktur yang tidak memadai. Mengatasi hambatan-hambatan ini sangat penting untuk mempercepat transisi energi dan mencapai
praktik industri yang berkelanjutan.

Acara ini dibuka oleh , Komite Eksekutif IBCSD & Ketua Komite Tetap Perubahan Iklim . “Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa pada tahun 2022, emisi dari sektor industri Indonesia juga didominasi oleh emisi dari penyediaan energi. Sudah sewajarnya, jika kita sebagai pelaku industri dan institusi yang terlibat dalam sektor penyediaan energi mampu melakukan transisi agar penyediaan energi kita jauh lebih ramah lingkungan”, ujar Dharsono.

Acara ini menghadirkan pembicara dan panelis yang mewakili para pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta. Pembicara utama dalam acara ini diwakili oleh Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Gigih Udi Atmo.

Dalam pidato utamanya, Gigih menyoroti target dan pencapaian Indonesia saat ini dalam hal dekarbonisasi melalui transisi energi. Tujuan utama Indonesia dalam dekarbonisasi di sektor energi adalah untuk mencapai emisi nol bersih dari energi pada tahun 2060, dengan target terdekat pada tahun 2030 setelah dikeluarkannya Enhanced Nationally Determined Contributions (E-NDC). Berdasarkan E-NDC, pada tahun 2030, penurunan emisi dari sektor energi ditargetkan sebesar 358 juta ton CO2eq dengan upaya sendiri dan hingga tahun 2023, target tersebut telah tercapai hingga 35,6% atau sebesar 127,67 juta ton CO2eq.

Pencapaian saat ini dicapai melalui beberapa cara pendekatan transisi energi termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan serta penerapan konservasi energi di berbagai sektor. Selain target dan capaian saat ini, Gigih juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi dalam transisi energi, terutama dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Beberapa tantangan yang dibahas dalam acara ini antara lain ketersediaan inovasi teknologi dan penguasaannya, kelayakan secara ekonomi, kesiapan industri pendukung, isu supply dan demand, serta kesiapan implementasi proyek terutama di bidang administratif termasuk
proses perijinan dan penyiapan lahan.

Tema yang diangkat dalam pidato Gigih dieksplorasi lebih lanjut melalui sesi panel, yang menampilkan beberapa tokoh kunci dalam transisi energi di Indonesia. Mereka adalah Kepala Kantor Bersama dari Rumah PATEN, Edo Mahendra, Ketua Komite Tetap Transisi Energi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia), Anthony Utomo, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, dan Kepala Keberlanjutan Coca Cola Euro-Pacific Partners Indonesia (CCEPI), Natasha Gabriella.

Peresmian Satuan Tugas Transisi Energi Indonesia (Satgas TEN) pada awal tahun ini menandai keinginan Indonesia untuk mencapai transisi energi. Dalam presentasinya, Edo Mahendra berbagi wawasan mengenai inisiatif ini. Fungsi utama mereka sebagai lembaga kolaboratif yang terdiri dari berbagai tokoh kunci dari beberapa kementerian adalah untuk mempercepat pengembangan transisi energi di Indonesia, hal ini akan mencakup debottlenecking berbagai tantangan yang dihadapi dalam transisi energi dan memfasilitasi inisiatif bisnis dan publik dalam meningkatkan transisi energi di Indonesia. Dua produk utama yang akan terlihat dalam waktu dekat dari inisiatif ini adalah pengembangan IET (Indonesia Energy Transition) Channel dan Energy Transition Hub. Kedua platform ini diharapkan memiliki fungsi penting dalam mempercepat program transisi energi di Indonesia dan kolaborasi antar sektor dan pemangku kepentingan.

Sejalan dengan inisiatif nasional di atas, Kadin Indonesia, sebagai asosiasi bisnis terbesar di Indonesia, juga telah membentuk Gugus Tugas Transisi Energi. Untuk mendukung strategi nasional tersebut, Anthony Utomo mengatakan bahwa Satgas Transisi Energi Kadin memiliki tiga pilar utama dalam transisi pengembangan ekosistem industri hijau rendah karbon di Indonesia, yang terdiri dari Inisiatif Pengembangan Industri Hijau (Green Industrial Development Initiative/GIDI), Manufaktur Energi Terbarukan (Renewable Energy Manufacturing/REM), dan Energi Terdistribusi. Target utama mereka adalah untuk mencapai valuasi pasar industri hijau sebesar USD 10,3 juta pada tahun 2050.

Pentingnya transisi energi dan dekarbonisasi industri juga digaris bawahi oleh Fabby Tumiwa, sebagai perwakilan dari salah satu lembaga non-pemerintah yang berada di garis depan dalam berbagai inisiatif dekarbonisasi dan transisi energi. Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi lembaganya, Fabby menekankan bahwa dekarbonisasi industri dan transisi energi juga akan memberikan banyak manfaat bagi negara, termasuk peluang penghematan biaya energi sekitar 9-30%, penciptaan target pasar baru dan peningkatan daya saing produk, potensi penghematan pajak karbon sebesar Rp 30.000 per ton CO2eq, penciptaan hingga 3 juta lapangan kerja hijau, peningkatan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati, serta pengurangan kebutuhan subsidi kesehatan.

Sepakat akan pentingnya transisi energi untuk mencapai target nasional serta mendapatkan potensi manfaat yang timbul darinya, Coca Cola Euro-Pacific Partners Indonesia (CCEPI) sebagai salah satu industri terkemuka telah mengambil langkah lebih jauh dalam mencapai net nol energi di industri. Natasha mengatakan bahwa CCEPI memiliki target yang sangat optimis untuk mencapai 100% energi terbarukan di seluruh pasarnya pada tahun 2030 dan juga mencapai net zero emission (Scope 1,2,3) pada tahun 2040. Sebagai realisasi dari target tersebut, CCEPI telah menginvestasikan sekitar Rp 94 miliar untuk mengembangkan PLTS atap gedung terbesar di Asia Tenggara dengan pembangkit energi surya bersih hingga 9,6 GWh yang dapat menggerakkan pabrik mereka dan mengurangi
emisi hingga 8000 ton CO2eq per tahun.

Jelaslah bahwa di luar target yang sangat optimis dan berbagai hambatan yang membutuhkan proses debottlenecking yang kolaboratif, Indonesia berada di arah yang tepat untuk memajukan strategi transisi energinya, mencapai nol emisi bersih dari sektor energi pada tahun 2060. Sebagai asosiasi yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan, IBCSD berkomitmen kuat untuk mendukung semangat tersebut dan mengembangkannya lebih jauh melalui program Strategi Transisi Energi Terpadu.

Tentang IBCSD:
adalah sebuah asosiasi yang dipimpin oleh para CEO dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang memiliki komitmen yang sama untuk mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, keseimbangan ekologi, dan kemajuan sosial. Peluncuran dewan bisnis ini pada bulan April 2011 merupakan cabang regional dari jejaring global WBCSD di Indonesia. Anggota pendiri IBCSD termasuk 6 perusahaan terkemuka di Indonesia: Bakrie Telecom, Bank Negara Indonesia, Medco Power Indonesia, Holcim
Indonesia, Garuda Indonesia, dan PT Riau Andalan Pulp Paper. IBCSD memfasilitasi kepemimpinan bisnis yang berkelanjutan dengan mempromosikan praktik-praktik terbaik, bermitra dengan pemerintah dan masyarakat sipil, serta memberikan solusi bagi kebijakan Indonesia terkait isu-isu keberlanjutan. Temukan tren dan praktik terbaru dalam bisnis berkelanjutan dengan mengunjungi ibcsd.or.id, atau hubungi kami di info@ibcsd.or.id.

Sinopsis dan Review Film Harry Potter and the Order of the Phoenix

/

JAKARTA, RETENSI.ID – and the Order of the Phoenix” adalah yang mengadaptasi kelima dalam seri Potter karya J.K. Rowling. Ceritanya dimulai ketika Harry Potter kembali ke Hogwarts setelah musim panas. Di sekolah, dia mulai merasa jika dirinya telah diabaikan oleh banyak orang karena pertarungannya dengan Lord di seri sebelumnya. Bahkan, Kementerian menyangkal kebenaran pertarungan tersebut.

Harry mulai merasakan tekanan yang luar biasa sebagai “The Chosen One” dan merasa semakin terisolasi. Namun, dia menemukan Order of the Phoenix, sebuah kelompok rahasia yang dibentuk oleh Dumbledore untuk melawan Voldemort. Bersama dengan teman-temannya, Ron dan Hermione, Harry mulai mempersiapkan diri untuk pertempuran di masa depan.

Pada saat yang sama, Harry terus mengalami mimpi-mimpi buruk, di mana dia melihat aksi Voldemort. Dengan bantuan dari Profesor Snape, dia mulai mampu untuk mengatasi masalah ini.

Sutradara David Yates berhasil menangkap atmosfer gelap dan tegang dari novel yang dijadikan adaptasi film, memberikan gambaran yang mendalam tentang masalah yang melanda dunia Harry. Efek visual yang spektakuler dan adegan pertempuran yang mengesankan membuat film ini sangat menarik untuk ditonton.

Secara keseluruhan, “Harry Potter and the Order of the Phoenix” adalah film yang memuaskan bagi para penggemar seri film Harry Potter, serta dapat menarik perhatian penonton yang belum pernah membaca bukunya. Film ini adalah penyajian yang luar biasa dari salah satu novel yang paling mendebarkan dalam saga Harry Potter.

Review dan Sinopsis Film Munkar

/

JAKARTA, RETENSI.ID – ” (2024) membawa cerita yang menarik tentang dampak serius dari di lingkungan , yang bisa berujung pada teror yang . Santriwati, seorang santri wanita, menjadi korban perundungan yang parah, membawa kisah ini ke arah yang dan tegang. Dalam film ini, Santriwati menjadi karakter utama yang mengemban peran penting, membawa cerita ke tempat-tempat yang gelap dan misterius.

Tema misteri yang dihadirkan dalam “Munkar” menambahkan lapisan yang lebih dalam, memperlihatkan perjuangan Santriwati untuk bangkit dari keterpurukan, bahkan dari kematian. Cerita sinopsis film ini juga mengungkapkan bahwa “Munkar” tidak hanya sekadar menyoroti bullying di pesantren, tetapi juga menyajikan pesan kuat tentang kekuatan dan keteguhan hati seseorang dalam menghadapi yang menakutkan.

Film ini menjadi pengingat bahwa bullying adalah masalah yang serius dan nyata, dengan konsekuensi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan serius. Diharapkan, “Munkar” mampu memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya menghentikan bullying dan mendorong penonton untuk berani berdiri melawan kejahatan semacam itu. Dengan plot yang menarik dan tema yang kuat, “Munkar” menjanjikan pengalaman menonton yang menghibur, menggugah, dan mendebarkan bagi para penontonnya.

Review dan Sinopsis Film Jagat Alam: Sinden Gaib

/

JAKARTA, RETENSI.ID – terbaru yang , “Jagat Alam Gaib: Gaib”, sudah dirilis pada tanggal 22 Februari 2024, mengangkat kisah nyata dari Trenggalek. Dibintangi oleh sebagai pemeran utama, film ini juga melibatkan sejumlah aktor dan terkenal untuk menciptakan yang mendalam.

Selain Sara Fajira, ada nama-nama seperti Rizky Hanggono, Laras Sardi, Liek Suyatno, Yuyun Arfah, Novita Hardini, Yeyen Lidya, Riza Syah, Dimas Aditya, Naufal Samudra, dan Arla Ailani yang turut berperan. Disutradarai oleh Faozan Rizal, dengan naskah yang ditulis oleh tim penulis terdiri dari Gerald Mamahit, Bumi Nusantara, dan BW Purbanegara, film ini menjanjikan pengalaman yang intens.

Ceritanya berkisah tentang Ayu (diperankan oleh Sara Fajira), yang tiba-tiba memiliki kemampuan sebagai sinden di desanya. Namun, kemampuan ini justru membawa malapetaka bagi warga sekitar karena terhubung dengan arwah sinden bernama Sarinten, yang berasal dari Banyuwangi dan kini menetap di Trenggalek.

Dengan nuansa mistis yang kental dan tembang Jawa yang terkesan gaib, “Sinden Gaib” mengajak penonton untuk memasuki dunia misteri yang menyeramkan, menjelajahi rahasia yang mengintai di balik Jagat Alam Gaib.

Review dan Sinopsis Film Lampir

/

JAKARTA, RETENSI.ID –” adalah produksi ketiga dari Sinergi Pictures setelah sukses dengan “Perjanjian Gaib” dan “Bukan Aku Tidak Mau Nikah” (2023). ini membawa kembali sosok Mak Lampir yang memicu kenangan gelap era 90-an tentang dari dunia lain dengan ciri khas tawanya. Dalam versi ini, Mak Lampir hadir dengan penampilan yang lebih menyeramkan, dengan rambut putih panjang dan kuku-kuku tajam, menciptakan atmosfer yang kuat.

Ceritanya berfokus pada Wendy dan Angga, sepasang kekasih yang memilih vila megah untuk pemotretan pre-wedding mereka. Namun, vila tersebut terkait dengan Mak Lampir yang berambisi menjadi manusia tercantik dan abadi, menghadirkan permainan mematikan yang membuat mereka dan teman-temannya terperangkap dalam ketakutan, berjuang untuk keluar dari vila yang angker.

Film “Lampir” diperkuat oleh sejumlah aktor dan terkenal seperti Ardina Rasti, , Jolene, Maire, Rory Asyari, Gandhi Fernando, Hana Saraswati, dan Sheila Salsabila, diharapkan meningkatkan daya tarik film ini di kalangan penonton.

Selain menawarkan atmosfer yang intens, “Lampir” juga menampilkan sentuhan vintage melalui setting vila bergaya, memberikan pengalaman menonton yang dan menghibur bagi penggemar genre horor.

Review dan Sinopsis Film Harry Potter and the Goblet of Fire

/

JAKARTA, RETENSI.ID – and the ” adalah keempat dalam seri Potter yang didasarkan pada dengan judul yang sama karya J.K. Rowling. Cerita film ini berfokus pada petualangan Harry Potter di tahun keempatnya di Sekolah Hogwarts. Ketika Turnamen Triwizard diadakan di Hogwarts, yang biasanya hanya untuk penyihir yang lebih tua, nama Harry secara muncul sebagai peserta keempat, meskipun dia tidak mendaftarkan diri. Harry kemudian harus menghadapi mematikan dalam turnamen tersebut sambil mengungkap misteri di balik penampilan namanya.

“Harry Potter and the Goblet of Fire” adalah salah satu film yang paling seru dan dalam seri Harry Potter. Film ini berhasil menangkap esensi petualangan Harry yang semakin gelap dan menegangkan seiring bertambahnya usia dan keberanianya. yang kompleks, di samping efek visual yang mengesankan dan penyutradaraan yang giat, membuat film ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar maupun penonton baru.

Pemeran dalam film ini memberikan penampilan yang mengesankan, khususnya Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter, yang semakin memperkuat keterampilannya dalam membawa karakter tersebut. Juga, tambahan karakter baru seperti Viktor Krum dan Cedric Diggory membawa keberagaman yang menyegarkan dalam alur cerita.

Secara keseluruhan, “Harry Potter and the Goblet of Fire” adalah perjalanan yang mendebarkan dan menegangkan ke dalam dunia sihir yang penuh misteri dan bahaya. Film ini pasti akan memuaskan penggemar setia seri ini serta menarik perhatian penonton baru dengan cerita yang mendalam dan visual yang spektakuler.

Review dan Sinopsis Film Pasutri Gaje

/

JAKARTA, RETENSI.ID – Webtoon populer “Pasutri ” karya Anissa Nisfihani diangkat ke layar lebar oleh Falcon Pictures, dengan sutradara Fajar Bustomi memegang kendali untuk memuaskan penggemar webtoon dan menarik penonton baru. Visual menampilkan konsep editing menarik yang tetap setia pada nuansa webtoonnya dan tak kehilangan daya tarik bagi penggemar.

Khayalan yang kreatif dan beragam dalam penggambarannya menciptakan kesenangan bagi penonton dan seringkali menimbulkan tawa. Editing yang menawan juga layak mendapat pujian. Cerita film ini mengikuti perjalanan Adimas (Reza Rahadian) dan Adelia (Bunga Citra Lestari) dalam rumah tangga mereka, mulai dari pernikahan hingga memiliki anak. Tekanan untuk segera memiliki keturunan datang dari berbagai arah, tetapi masalah muncul saat Adelia tidak hamil meskipun Adimas mengumumkan kehamilan.

Meskipun masalah yang diangkat tergolong ringan, film ini tetap solid dalam penyampaian cerita. Pesan tentang pernikahan muda mudah dipahami oleh penonton. Selain utama, para pendukung seperti Zsa Zsa Utari, Kiky Saputri, dan TJ memberikan penampilan yang kuat, terutama dalam memberikan elemen yang menghibur.

Meski begitu, akting mereka tetap mengesankan. Konteks “gaje” mungkin lebih terlihat pada karakter pendukung daripada pasangan utama. Meski demikian, keseluruhan film Pasutri Gaje tetap menghibur dan layak ditonton.

Review dan Sinopsis Film Agak Laen

/

JAKARTA, RETENSI.ID – ” adalah film garapan Muhadkly Acho sebagai pembuat naskahnya. Film ini dinilai bagus dan menghibur penonton dengan tentang kehidupan sehari-hari. Penggunaan logat kedaerahan dan sindiran-sindiran dalam percakapan tongkrongan membuat film ini terasa familiar bagi penonton. Selain itu, Cho berhasil menampilkan keberagaman dengan cara yang ramah dan tidak melampaui batas.

Tokoh utama film ini, yang terdiri dari Boris Bokis, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga, memiliki chemistry yang kuat dan berhasil menyampaikan ide komedi konvensional tanpa menggunakan komedi yang berlebihan. Acho dapat menggabungkan komedi verbal dengan baik sambil mempertahankan unsur-unsur komedi tanpa kehilangan daya tarik penonton.

Acho berhasil menggabungkan , drama, dan komedi dalam film ini. Pengalaman Acho dalam membuat drama dan adegan horor tampaknya menguntungkan, dengan adegan horor yang sederhana namun menarik. Penggunaan bahasa isyarat adalah contoh yang bagus untuk membangun lingkungan film yang inklusif.

Film ini memberikan efek visual yang luar biasa tanpa menggunakan permainan cahaya yang berlebihan. Pengalaman menonton film ini tidak terganggu meskipun ceritanya lebih sederhana. Secara keseluruhan, “Agak Laen” adalah film yang berbeda dan menghibur bagi film Indonesia, dengan naskah yang matang dan menyentuh yang dapat dinikmati oleh berbagai demografi penonton.

Review dan Sinopsis Film Exhuma

JAKARTA, RETENSI.ID – ” mengisahkan tentang sebuah misteri yang melibatkan ahli feng shui, petugas pemakaman, dan dua dukun dalam sebuah misi yang . Awalnya, keluarga kaya di Los Angeles meminta bantuan sepasang dukun, Kim Go Eun dan Lee Do Hyun, setelah mengalami serangkaian peristiwa supranatural yang mengganggu. Namun, ketika mereka memulai upaya untuk menyelamatkan anak keluarga tersebut dari gangguan tersebut, mereka menemukan sesuatu yang lebih gelap dan , yang disebut ‘Panggilan ’.

Proses penyelamatan bayi tersebut membutuhkan kerja sama antara Kim Go Eun, Lee Do Hyun, ahli feng shui, dan penjaga makam. Choi Min Sik, yang memerankan ahli feng shui, memimpin upaya untuk menggali kuburan di desa terpencil di , sementara Sang Deok bertanggung jawab menemukan lokasi kuburan tersebut. Dalam peran Hwa Rim, Kim Go Eun berusaha menenangkan roh-roh pendendam yang terlibat dalam kejadian tersebut, sementara Lee Do Hyun, meskipun tengah menjalani wajib militer sejak Agustus, tetap memberikan penampilan memukau.

Film “Exhuma” menjadi salah satu proyek yang memperkuat karier Lee Do Hyun, meskipun dia sedang menjalani tugas militer. Dalam film ini, dia beradu akting dengan Kim Go Eun dalam sebuah kisah yang menegangkan dan misterius. Meskipun tanggung jawab militernya, Lee Do Hyun tetap memberikan penampilan yang kuat dalam peran yang cukup menuntut secara emosional. Dengan bumbu misteri dan , “Exhuma” menjadi salah satu film yang menggetarkan penontonnya.

1 2 3 169