Film

Review Film: Sleep (2023), Film Misteri Korea tentang Sleepwalking

Sleep (2023) mengisahkan tentang pasangan suami istri, Hyun-su (diperankan Lee Sun-kyun) dan Soo Jin (diperankan Jung Yu-mi), yang terjerat dalam situasi menakutkan ketika sang suami mulai tidur berjalan (sleepwalking) dan bertingkah seperti orang lain setiap malamnya. Film ini digarap oleh

Review dan Sinopsis Film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban

JAKARTA, RETENSI.ID – Potter and the Prisoner of ” adalah ketiga dalam seri yang diadaptasi dari novel karya J.K. Rowling. Dalam film ini, Harry Potter (diperankan oleh Daniel Radcliffe), Hermione Granger (diperankan oleh Emma Watson), dan Ron Weasley (diperankan oleh Rupert Grint) kembali ke untuk tahun ketiga mereka di sekolah tersebut.

Kali ini, Hogwarts dilanda kepanikan ketika kabar beredar bahwa seorang penjahat berbahaya bernama Sirius Black (diperankan oleh Gary Oldman) kabur dari Azkaban dan memiliki misi untuk membunuh Harry. Harry dan teman-temannya harus menghadapi berbagai rintangan dan bahaya saat mereka mencoba untuk melindungi diri dari ancaman Sirius Black, sementara juga mencari tahu tentang hubungan misterius antara Black dan keluarga Harry.

“Harry Potter and the Prisoner of Azkaban” adalah salah satu film paling diminati dalam seri Harry Potter, dan dengan alasan yang baik. Sutradara Alfonso Cuarón membawa sentuhan artistik dan kedalaman emosional ke dalam film ini, memberikan nuansa yang lebih gelap dan atmosferik dibandingkan dengan film-film sebelumnya.

Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint semakin nyaman dalam peran mereka, dan penampilan mereka semakin matang. Gary Oldman juga memberikan penampilan yang menakjubkan sebagai Sirius Black, seorang karakter yang kompleks.

Review dan Sinopsis Film Pirates of the Caribbean: At World’s End

JAKARTA, RETENSI.ID – of the Caribbean: At World’s End” adalah kelanjutan dari petualangan epik di dunia yang dipenuhi dengan pengkhianatan, dan pertarungan epik di laut. Setelah peristiwa dalam “Dead Man’s Chest”, (diperankan oleh ) berada di Davy Jones, sementara Will Turner (diperankan oleh Orlando Bloom) dan Elizabeth Swann (diperankan oleh Keira Knightley) bergabung dengan Kapten (diperankan oleh Geoffrey Rush) dan sekutu lainnya untuk menyelamatkannya.

Pada saat yang sama, armada Britania Raya, dipimpin oleh Lord Cutler Beckett (diperankan oleh Tom Hollander), berusaha untuk mengakhiri ancaman bajak laut untuk selamanya dengan menggunakan kekuatan armada East India Company dan menghancurkan semua yang menghalangi mereka, termasuk Jack dan kru Black Pearl.

Johnny Depp kembali dengan penampilan yang memukau sebagai Jack Sparrow, sementara penampilan dari Orlando Bloom, Keira Knightley, dan Geoffrey Rush memberikan lapisan yang mendalam pada cerita satu ini. Tom Hollander juga memberikan penampilan yang mengesankan sebagai antagonis yang licik dan kejam, Lord Cutler Beckett.

Bagi para penggemar seri Pirates of the Carribean, “At World’s End” adalah penutup yang layak untuk trilogi yang legendaris ini. Karena seri ini adalah film yang penuh dengan momen epik yang akan membuat penonton terpaku di kursi mereka dari awal hingga akhir film.

Review dan Sinopsis Film No Country for Old Men

JAKARTA, RETENSI.ID – “No Country for Old Men” mengikuti kisah seorang pemburu yang menemukan sisa-sisa dari sebuah transaksi narkoba yang berjalan dengan buruk di gurun . Setelah menemukan koper berisi uang dan sisa-sisa pembantaian, pemburu tersebut, Llewelyn Moss (diperankan oleh ), menjadi dari seorang pembunuh bayaran tanpa ampun bernama (diperankan oleh ).

Sementara itu, Sheriff Ed Tom Bell (diperankan oleh Tommy Lee Jones) berusaha melacak kedua pria itu, sementara ia menyadari bahwa kekerasan dan kejahatan di wilayahnya semakin tidak terkendali. Dalam perjalanan yang berbahaya, Moss, Chigurh, dan Sheriff Bell terlibat dalam permainan yang mematikan yang membutuhkan keberanian, keberuntungan, dan moralitas mereka.

“No Country for Old Men” adalah sebuah yang gelap, atmosferik, dan mendalam yang mengeksplorasi tema-tema seperti kekerasan, takdir yang keras dan tanpa ampun. Sutradara Joel dan Ethan Coen berhasil menciptakan sebuah karya yang menegangkan dan menyeramkan, didukung oleh penampilan luar biasa dari para pemain utamanya.

Dengan sinematografi yang mendalam, pengarahan cerita yang cerdas, dan skenario yang tegang, “No Country for Old Men” adalah sebuah film yang memikat dan merangsang pikiran yang mempertanyakan moralitas manusia dan kenyataan di dunia yang semakin gelap.

Review dan Sinopsis Film Sewu Dino (2022)

JAKARTA, RETENSI.ID –” adalah sebual yang menjadi solusi dan penebus dosa setelah kekecewaan yang terjadi di film yang tidak memuaskan “ Di Desa Penari”. Sementara kedua film ini didasarkan pada cerita yang sempat beredar di internet, yaitu SimpleMan, “Sewu Dino” merupakan yang lebih baik. Seluruh tim penulis Agasyah Karim dan Khalid Khasogi, bersama dengan sutradara Kimo Stamboel, pantas mendapat penghargaan atas penyegaran dunia cerita SimpleMan.

Dalam film “Sewu Dino”, Kimo Stamboel berhasil memainkan visual dan penyajian dengan cerdik, meskipun karakteristiknya yang berlumuran darah tampaknya lebih terkontrol. Gambar yang dibuat oleh Patrick Tashadian sangat mendukung, dan film ini terasa dan terhubung dengan cerita SimpleMan.

“Sewu Dino” berfokus pada masalah atau tahayul yang ada di Indonesia dipadukan dengan jumpscare yang tidak terlalu banyak, membuat film ini cocok untuk penonton remaja. Meskipun ceritanya sederhana, ada sensasi yang menggelitik. Dengan mengutamakan kualitas produksi dan menghindari penggunaan konten viral, masa depan cerita SimpleMan masih memiliki harapan.

Untuk mewujudkan gagasan dari cerita SimpleMan yang beredar di internet dengan baik, penting untuk memilih penulis dan sutradara yang tepat. Terakhir, untuk menghindari kehilangan pelanggan, pendekatan pemasaran yang menjanjikan adegan baru harus dipertimbangkan kembali.

Review dan Sinopsis Film Siksa Neraka (2023)

JAKARTA, RETENSI.ID – “Siksa ” didasarkan pada komik terkenal dari tahun 1980-an karya M.B. Rahimsyah. ini, yang disutradarai oleh Anggy Umbara dan ditulis oleh Lele Laila, memulai ceritanya dengan mengisahkan tentang keluarga yang dididik secara . Keempat anak mereka, Saleh, Fajar, Tyas, dan Azizah, selalu diajarkan tentang konsep surga dan neraka oleh Ustaz Syakir dan Bu Rika.

Namun, konflik muncul antara cita-cita Azizah dan keinginan keras ayahnya ketika dia mengejar mimpinya menjadi penyanyi. Kakaknya, Saleh, memutuskan untuk membantunya, sehingga keempat anak itu pergi tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Namun, mereka terbangun di neraka setelah mengalami kecelakaan. Di neraka ini, penonton akan diberikan plot twist yang sangat tidak terduga.

Film ini tidak meninggalkan kesan yang mendalam pada penonton meskipun ide ceritanya menarik. Dramanya kurang menarik berkat akting pemain seperti Ariyo Wahab dan Astri Nurdin. Meskipun sutradaranya lebih berkonsentrasi pada efek visual yang dramatis dari siksaan neraka, jalan ceritanya terasa terpaksa dan tidak memiliki penggerak yang kuat.

Namun, dengan detail mengerikan seperti lidah dipaku dan punggung disetrika, Anggy Umbara berhasil menampilkan adegan siksaan mengerikan dari komedi. Namun, karena kontennya yang cukup mengganggu, film ini dimasukkan ke dalam kategori 17+. Penonton disarankan untuk menggunakan sensor mereka sendiri sebelum menontonnya.

Review dan Sinopsis Film Ballerina (2023)

JAKARTA, RETENSI.ID – terbaru berjudul “Ballerina” menceritakan persahabatan yang kuat antara dua perempuan yang sangat berbeda. Fokus cerita adalah Min-hee, seorang yang lembut, dan Ok-ju, seorang ahli bela diri yang bekerja sebagai bodyguard. Persahabatan mereka abadi meskipun kepribadian mereka berbeda. Namun, ketika Min-hee secara tragis meninggal misterius, ia meninggalkan Ok-ju sebuah dan puzzle untuk membalaskan dendamnya terhadap -pro.

Ketika Min-hee meninggal, Ok-ju merasa terbebani dengan permintaan terakhir dari sahabatnya. Dia memulai perjalanan untuk mengungkap identitas Choi-pro dan kebenaran di balik kematian sahabatnya Min-hee. Meskipun dia memiliki latar belakang kehidupan yang sulit, Ok-ju tetap teguh dalam menyelesaikan misi tersebut, meskipun dia harus menghadapi tantangan yang taruhannya adalah nyawa.

Ballerina dibintangi oleh Jun Jong-seo, Park Yu-rim, dan Kim Ji-hoon, dan ditulis dan disutradarai oleh Lee Chung-hyeon, yang sebelumnya menggarap film seperti “Bargain” dan “The Call.” Selain itu, film ini menampilkan banyak pendukung yang memeriahkan cerita.

“Ballerina” memiliki adegan-adegan yang menegangkan dan penuh misteri yang menggugah rasa penasaran penonton. Penggemar film aksi dan sangat menantikan film ini, yang mulai tayang di Netflix pada 6 Oktober 2023 lalu dan menjadi hits di Korea saat perilisan filmnya.

Review dan Sinopsis Film “300”

JAKARTA, RETENSI.ID –” adalah yang diadaptasi dari novel grafis berjudul sama karya Frank Miller dan Lynn Varley, serta disutradarai oleh Zack Snyder. Film ini mengisahkan tentang Pertempuran Thermopylae pada tahun 480 SM, di mana pasukan kecil , dipimpin oleh Raja Leonidas (diperankan oleh ), berjuang melawan pasukan yang jauh lebih besar yang dipimpin oleh Raja Xerxes (diperankan oleh Rodrigo Santoro).

Dengan hanya 300 prajurit yang berani dan terlatih, Leonidas dan pasukannya mempertahankan goa sempit di Pegunungan Thermopylae, menggunakan taktik dan keberanian yang luar biasa untuk menahan serangan besar-besaran pasukan Persia. Meskipun mereka dihadapkan pada musuh yang sangat kuat dan berjumlah ribuan, para prajurit Sparta menunjukkan keberanian dan tekad yang tak tergoyahkan dalam pertempuran mereka. Membuat mereka unggul di beberapa pertempuran yang terjadi.

“300” dikenal oleh banyak kalangan karena visualnya yang spektakuler dan gaya sinematografinya yang , yang diambil langsung dari novel grafisnya. Film ini memperoleh pujian atas penggambaran pertempuran yang akurat dan atmosfer yang penuh dengan ketegangan.

Gerard Butler memberikan penampilan yang memukau sebagai Raja Leonidas, memperlihatkan keberanian dan kepemimpinan yang sangat menginspirasi. Efek visual yang canggih, termasuk penggunaan slow-motion dan warna yang kontras, memberikan nuansa dramatis yang kuat pada setiap adegan pertempuran dalam film ini.

Review dan Sinopsis Film “Pretty Woman”

JAKARTA, RETENSI.ID –” adalah komedi yang dirilis pada tahun dan disutradarai oleh Garry Marshall. Cerita film ini berpusat pada Vivian Ward (diperankan oleh ), seorang wanita muda dari Hollywood Boulevard yang bekerja sebagai pelacur. Suatu hari, Vivian bertemu dengan Edward Lewis (diperankan oleh ), seorang pengusaha kaya yang sedang berkunjung ke Los Angeles untuk urusan bisnis.

Setelah sebuah kejadian yang tidak biasa, Edward menyewa Vivian selama semalam untuk menemaninya dalam acara-acara sosial dan bisnisnya. Namun, seiring berjalannya waktu, keduanya mulai mengembangkan ikatan yang lebih dalam dan hubungan yang berubah dari sekadar transaksi bisnis menjadi sesuatu yang lebih romantis. Cerita film ini mengikuti perjalanan mereka dalam mengatasi perbedaan sosial dan emosional mereka, sembari menemukan cinta yang sejati di antara mereka.

“Pretty Woman” adalah film klasik dalam genre komedi romantis sejak tanggal rilisnya pada tahun 1990. Julia Roberts dan Richard Gere dinilai sangat cocok dalam peran mereka sebagai Vivian dan Edward, menyajikan chemistry yang kuat dan memikat di layar. Penampilan mereka membawa kedalaman dan kehangatan yang membuat penonton terpikat sepanjang film.

Kisah “Pretty Woman” menggabungkan unsur-unsur komedi yang menghibur dengan momen-momen emosional yang mengharukan, membuatnya menjadi film yang cocok ditonton untuk semua kalangan. Naskah film yang cerdas dan arahan yang terampil dari Garry Marshall juga menjadi faktor dari kesuksesan film ini.

Review dan Sinopsis Film Encanto

JAKARTA, RETENSI.ID –” adalah animasi dari Animation Studios yang perdana ditayangkan pada tanggal 24 November 2021 lalu. Dengan durasi sekitar 99 menit, film ini disutradarai oleh Jared Bush, Byron Howard, Charise, dan Castro Smith, sementara naskahnya ditulis oleh Charise Castro Smith, Jared Bush, dan Byron Howard. Dalam film ini, beberapa terkenal seperti Stephanie Beatriz, Maria Cecilia Botero, John Leguizamo, dan Mauro Castillo terlibat dalam pengisi suara.

Kisah “Encanto” berfokus pada Mirabel, seorang anggota keluarga Madrigal yang tinggal di daerah terpencil Kolombia. Mereka tinggal di kota yang disebut Encanto, di mana setiap anggota keluarga memiliki kekuatan yang . Namun, Mirabel adalah satu-satunya yang tidak memiliki kekuatan tersebut. Ketika ia menyadari bahwa Encanto berada dalam bahaya, Mirabel memutuskan untuk melindungi keluarganya, meskipun tanpa kekuatan sihir.

Konflik dalam cerita ini memunculkan tema tentang penerimaan diri, keberanian, dan kekuatan keluarga. Meskipun Mirabel tidak memiliki kekuatan sihir, keberaniannya untuk melindungi keluarganya menunjukkan bahwa kekuatan sejati datang dari tekad dan kasih sayang. Dengan pesan yang mendalam dan animasi yang memukau, “Encanto” menjadi sebuah cerita yang menginspirasi bagi semua penonton.

Review dan Sinopsis Film Double Patty

JAKARTA, RETENSI.ID – ” menandai debut akting layar lebar Irene Red Velvet bersama Shin Seung-ho. Cerita ini mengisahkan perjalanan dua pemuda, Kang Woo-ram (Shin Seung-ho), mantan atlet ssireum yang bekerja paruh waktu, dan Lee Hyun-ji (Irene Red Velvet), seorang calon pembawa berita yang gigih mengejar impian. Pertemuan mereka terjadi ketika Woo-ram memesan burger double patty di tempat kerja Hyun-ji, membawa mereka berdua mendekati impian mereka masing-masing.

Sutradara Baek Seung-hwan, yang sebelumnya meraih penghargaan Sutradara Terbaik di Korean Culture and Entertainment 2019, memimpin proyek ini. Selain berakting, Irene juga menyumbangkan suaranya untuk lagu tema “White Night,” terinspirasi dari karya Baek Seok. Shin Seung-ho juga berkontribusi dengan menyanyikan lagu rock klasik “Night Sky.” Meskipun proses dimulai pada Agustus 2020 dan selesai pada September 2020, rencana perilisan pada akhir tahun tersebut terpaksa tertunda karena pandemi Covid-19 di Selatan.

Baek Seung-hwan mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi dan kru yang bekerja keras untuk menyelesaikan proyek ini, dengan harapan penonton dapat menikmati film ini sepenuhnya. Meskipun mengalami penundaan, “Double Patty” akhirnya dirilis di Indonesia melalui layanan streaming pada 18 April 2021 dan dapat disaksikan di Viu. Dengan pesan inspiratif dan pengalaman syuting yang berkesan, film ini menawarkan menyentuh bagi penonton Indonesia.

1 2 3 8