uns

Bank Indonesia Mengajar 2022: Mengakselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan untuk Pemulihan Ekonomi

Jakarta, Retensi.id (BI) menggelar acara Bank Indonesia Mengajar 2022 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Jumat (26/8/2022) kemarin. Digitalisasi ekonomi berhasil meningkatkan perekonomian Indonesia secara pesat di masa pandemi.

Bank Indonesia Mengajar 2022 yang mengangkat tema ‘Mengakselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan untuk Pemulihan Ekonomi’ tersebut digelar secara langsung di Ballroom Gedung Ki Hadjar Dewantara . Ratusan mahasiswa UNS turut hadir dan antusias memenuhi ruangan.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, Ph.D yang sekaligus menjadi narasumber.

Direktur Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UNS Prof. Irwan Trinugroho, Ph.D menyambut kehadiran Juda Agung dan menyampaikan rasa terima kasih karena telah mempercayai UNS sebagai tuan rumah kegiatan BI tersebut.

Juda Agung menyampaikan materi tentang transformasi digital yang telah dilakukan Bank Indonesia. Selama pandemi, digitalisasi ekonomi disebut berhasil meningkatkan perekonomian secara pesat, serta aktivitas ekonomi daring menjadi meningkat dua kali lipat.

Pada pascapandemi ini, tren transaksi digital terus berlanjut. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada Juli 2022 metode pembayararn e-commerce didominasi oleh uang elektronik yaitu sebesar 36,15 persen. Selanjutnya disusul uang tunai sebesar 34,25 persen dan paylater sebesar 12,80 persen.

Juda mengatakan bahwa potensi besar dapat diciptakan dari perkembangan transaksi e-commerce di Indonesia.

Pada 2025, Indonesia disebut berpotensi memiliki pasar e-commerce terbesar di ASEAN dengan nilai 140 miliar dolar AS. Maka dalam menerima transformasi tersebut, sumber daya manusia (human resources) Indonesia harus dipersiapkan untuk dapat mengendalikannya.

Program-program yang telah dijalankan UNS bersesuaian dengan kebutuhan akan sumber daya dalam persiapan transformasi 2025 tersebut.

Perwujudan beberapa transformasi digital di UNS diantaranya, adanya Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Fintech and Banking.

Selain itu, Fakultas Teknologi Informasi dan Data Sains juga baru dibuka di UNS. Hal ini sebagai penunjang data dan teknologi digitalisasi ekonomi.

Ada pula program studi baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yaitu Bisnis Digital yang diharapkan dapat mempersiapkan talenta terbaik untuk melakukan transformasi digital.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, Ph.D menyambut baik hal tersebut. Sinergi antara UNS dan BI diharapkan semakin kuat terjalin dalam menyiapkan talenta unggul dalam ekonomi digital.