pre order

Selebgram Tipu Orang dengan Modus PO Iphone Murah, Kerugian Sampai 35 Miliar

JAKARTA, RETENSI.ID Media sosial digemparkan dengan kasus pre-order yang dilakukan oleh dua saudari kembar bernama Rihana dan Rihani. Total kerugian yang menimpa para korban ditaksir hingga mencapai Rp35 miliar. Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial melalui unggahan akun twitter @mazzini_gsp. Dalam cuitannya tersebut, dirinya menceritakan mengenai alur perjalanan kasus penipuan iPhone yang dilakukan oleh dua saudari kembar tersebut.

Salah satu korban dengan nama disamarkan, Vega, menceritakan jika awalnya dirinya melihat iklan iPhone di halaman instagram Rihana (@nannarihana) dan Rihani (@nannirihani).

“Kenapa makin banyak yang ikutan beli iPhone, karena Rihana menawarkan harga murah,” ucap Vega saat diminta keterangan pada hari Senin (05/06/23).

Dalam akun instagram terduga pelaku penipuan tersebut, dirinya selalu mengunggah foto unit iPhone yang baru tiba di rumah mereka, sehingga membuat Vega dan korban lain semakin percaya dengan kebenaran PO tersebut. Kemudian pada Agustus 2021 lalu, Vega memutuskan untuk menjadi reseller dari Rihana. Lalu dimulailah modus penipuan melalui mekanisme pre-order tersebut, di mana pembeli harus melakukan pembayaran secara full payment lalu barang yang ditunggu dijanjikan akan tiba dalam 2 minggu. Setelah ditunggu selama 2 minggu, barang yang dijanjikan tidak datang dan selebgram tersebut malah mengajak Vega dan beberapa korban lainnya bertemu pada 14 April 2022 lalu.

“Jika menjadi reseller Rihanna, saya bisa mendapatkan potongan harga Rp500 ribu per unit. Untuk jumlah korban puluhan orang, tapi aku tidak tahu pasti jumlahnya berapa banyak. 14 April 2022 saya beserta korban lainnya di dipertemukan oleh Rihana dan Rihani. Total kerugian mungkin 35 miliar” lanjut Vega.

Menurut pengakuan Vega, pada pertemuan tersebut Rihana mengatakan jika unit pre-order gagal dikeluarkan dan dia janji akan melakukan dalam bentuk uang pada 30 Mei 2022. Dan hingga hari ini uang refund yang dijanjikan tidak kunjung turun.