polsek

Kepolisian Malang Berhasil Gagalkan Usaha Ibu Bunuh Balita

, RETENSI.ID – Bululawang dan Polres Malang menjadi sorotan publik usai berhasil menggagalkan upaya yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap balitanya. Hal ini berawal dari cepat kepolisian terhadap pengaduan oleh masyarakat melalui akun dari Polres Malang.

Melalui Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik, ia mengatakan jika informasi dugaan rencana pembunuhan itu diterima oleh petugas Polres Malang dari direct message () yang muncul di akun @polresmalang_polisiadem pada hari Selasa (03/10/2023), sekitar pukul 05.30 WIB.

Pelapor adalah seorang suami dari warga Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Ia mengatakan jika istrinya mengancam akan membunuh anaknya yang saat itu masih berusia sekitar lima tahun.

“Pelapor kemudian meminta bantuan petugas untuk mendatangi mereka karena ia tengah berada di luar kota. Informasi itu kemudian kami teruskan ke Polsek Bululawang,” ucap Taufik pada hari Selasa (03/10/2023).

Setelah mendapat informasi itu, melalui Polsek Bululawang melakukan pergerakan dengan mendatangi kediaman terlapor, yakni seorang ibu berinisial RR (24). Selanjutnya, petugas Bhabinkamtibmas Polsek Bululawang yang diterjunkan ke rumah pelapor.

“Selain menerjunkan Polwan dari Polsek Bululawang untuk melakukan pendampingan terhadap yang bersangkutan. Langkah ini demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi,” akhiri Taufik dalam pernyataannya.

2 Ormas di Bekasi Bentrok Usai Salah Paham dengan Mata Elang

, RETENSI.ID – Dua baru saja terlibat aksi bentrok di Setu, Kabupaten Bekasi pada hari Rabu (20/09/23). antar ormas itu dipicu oleh masalah penarikan oleh pihak mata elang. Video bentrok antara dua ormas ini viral di . Dalam rekaman video tersebut, terlihat dua kelompok massa yang saling berhadapan di jalanan dengan membawa bambu hingga balok kayu.

Aksi bentrok ini dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyahdi yang mengatakan jika peristiwa tersebut sudah dinyatakan kondusif sekarang.

“Kalau yang di Setu itu tadi sore sudah selesai. Kedua belah pihak sudah bubar pukul 18.00 WIB,” ucap Kombes Twedi dalam pernyataannya pada hari Rabu (20/09/2023).

Lebih lanjut, Twedi mengatakan jika tidak terjadi kontak fisik pada saat kejadian. Menurutnya, permasalahan itu terjadi karena adanya kesalahpahaman antara dua kelompok yang dipicu oleh masalah penarikan mobil.

“Kesalahpahaman masalah mata elang, penarikan kendaraan bermotor. Kalau tadi sore kaitannya soal pengambilan kendaraan. Satu dari pihak leasing atau , satunya lagi dari pihak pemegang kendaraan,” lanjut Twedi.

Terakhir, Twedi mengatakan jika permasalahan tersebut sudah diselesaikan di Setu secara damai antara kedua belah pihak.

“Tidak ada yang diamankan, hanya terjadi kontak fisik, karena kesalahpahaman sudah bisa kita bubarkan,” akhiri Twedi dalam pernyataannya.

2 Pria Ditangkap Polisi di Kelapa Gading usai Jual Obat-Obatan Keras Tanpa Izin

, RETENSI.ID – baru saja menangkap dua orang pria yang berinisial K (29) dan R (25) usai menjual obat keras secara ilegal di daerah , Jakarta Utara (Jakut). Dua orang tersebut sekarang sudah ditetapkan sebagai .

Peredaran obat keras tersebut diduga beroperasi dari sebuah milik K yang berada di wilayah Kranji, Kota , Jawa Barat.

Kelapa Gading menangkap pria berinisial R di Jalan Pegangsaan Dua pada Sabtu, 2 September, sekitar pukul 23.20 WIB,” ucap Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Herlambang Sagala pada hari Jumat (08/09/23).

Dari kedua tersangka tersebut, polisi berhasil mengamankan obat-obatan keras yang diedarkan oleh K dan R yang di antaranya adalah Tramadol (100 butir), Trihexyphenidyl (40 butir), Hexymer (964 butir), Atarax (5 butir), Merlopam (5 butir) Esiligan (7 butir), Alprazolam (1 butir) serta Prohiper (1 butir). Obat-obatan itu dibawa oleh R dari warung K yang berada di wilayah Kranji, Bekasi, Jawa Barat untuk dijual.

“Saya cuma doang, digaji Rp 800 ribu per bulan. Kalau yang beli rata-rata muda, tapi yang seragam sekolah tidak saya kasih,” ucap R.

Terakhir, Vokky mengatakan jika pihaknya sudah mengantongi beberapa nama tersangka lainnya dalam aktivitas peredaran obat keras ilegal tersebut. Sementara untuk K dan R saat ini ditahan di sel tahanan Markas Polsek Kelapa Gading untuk kepentingan lebih lanjut. Keduanya terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun atas aksinya.

Ngamuk! Turis Korsel Rusak Alat Sembahyang di Bali

BALI, RETENSI.ID – Seorang turis asal Selatan bernama Young (41) melakukan aksi tak terpuji, yaitu merusak benda-benda yang berada di Goa Raja yang berlokasi di Desa Raja , Bali.

“Telah menerima laporan dari masyarakat Desa Besakih bahwa telah terjadi di areal Pura Goa Raja Besakih yang dilakukan orang asing,” ucap Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna pada hari Selasa (08/08/23).

Benda yang rusak antara lain penganggen atau wastra Pelinggih Ida Sanghyang Naga Tiga, guci tiga buah, vas bunga empat buah, kotak sesari, pajeng lima buah, tirta 10 buah, dan sanggah surya. Perusakan itu dilakukan pada hari Senin lalu (07/08/23) sekitar pukul 18.00 WITA.

Mrs Young sendiri mengaku jika dirinya telah mendengar dan dituntun ke Pura Goa Raja untuk membersihkan dan mengancurkan barang-barang di area pura tersebut.

Menanggapi hal ini, pihak pengempon Pura Goa Raja Besakih langsung melaksanakan paruman atau rapat kecil untuk mendiskusikan tersebut. Mrs Young akhirnya diminta untuk meminta maaf serta mengganti rugi untuk kerusakan yang ditimbulkan.

“Untuk selanjutnya pihak Pemaksan Ulun Kulkul dan Pengempon Pura Goa Raja membuat laporan pengaduan ke Rendang untuk menindak lanjuti kejadian tersebut,” ucap Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna.

Keluarga Jebak Pelaku Pemerkosaan Anaknya, Langsung Dibawa ke Kepolisian

, RETENSI.ID – Sebanyak dua dari lima pelaku pemerkosaan terhadap seorang gadis di Kota Pekalongan berhasil diamankan oleh pihak korban. Keluarga korban diketahui menjebak kedua pelaku tersebut dengan cara menghubungi keduanya melalui ponsel milik korban. Setelah ditangkap, keduanya langsung diserahkan ke pihak kepolisian untuk diamankan.

Saat diamankan oleh keluarga korban yang berhasil menjebaknya, kedua pelaku pemerkosaan ABG itu sempat melakukan pemberontakan dan berniat untuk kabur. Namun, pihak keluarga bersama dengan sigap melumpuhkan keduanya.

“Saya (pertemuan) terus ketemu para pelakunya itu. Pertama kita jebak pelakunya dua orang. Terus kita bawa ke Timur (Pekalongan Timur). Dua pelaku lainnya berhasil diamankan , satu pelaku masih dicari,” ucap paman korban Dwi Widyanto pada hari Sabtu (15/07/2023).

Lebih lanjut, setelah kedua pelaku diserahkan kepada pihak polisi, mereka akan melakukan pengusutan terhadap tiga pelaku lainnya. Menurut keterangan Dwi, pelaku yang telah memperkosa dan mencekoki keponakannya dengan miras total berjumlah lima orang. Salah satu pelaku adalah teman yang dikenal korban melalui sosial media.

Saat ini, dua pelaku yang sedang diamankan masih dalam petugas kepolisian di Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Sebagai informasi, kasus ini adalah kelanjutan dari kasus seorang gadis ABG yang dikabarkan telah hilang sejak hari Kamis siang (13/07/23) dan ditemukan pada hari Jumat (14/07/23) sore. Korban mengaku telah diperkosa oleh lima orang.

Debt Collector yang Bentak Polisi Diburu Polres Jaksel!

, RETENSI.ID – Kasus Clara Shinta, seorang artis Tiktok yang beberapa hari lalu sempat viral di karena menjadi korban penarikan paksa oleh yang terjadi di sebuah apartemen di Tebet, Jakarta Selatan pada hari Rabu (08/02/23) lalu terus berjalan hingga hari ini.

Pasalnya pada saat penarikan mobil tersebut terjadi, Debt Collector tersebut membentak-bentak yang ada disana lantaran tidak mau menyelesaikan masalah tersebut di .

tersebut berawal saat Clara yang saat itu sedang menunggu kedatangan keluarganya, lalu seorang Debt Collector datang dan ingin menarik paksa mobilnya. Bingung, ia meminta Debt Collector tersebut menunggu sekitar satu jam sebelum menarik paksa mobilnya.

“Saya minta tunggu selama satu jam dia tidak mau karena mau bergegas pergi, akhirnya polisinya bilang sudah kita tengahin di Polres. Debt collectornya enggak mau ke Polres, sampai akhirnya ia bentak-bentak polisi itu,” jelas Clara.

Usut punya usut, tersebut datang karena BPKB mobil yang ingin ditariknya sudah digadaikan oleh mantan suami Clara pada tahun 2021 tanpa sepengetahuan Clara.

Mendengar hal ini, Polres Metro Jakarta Selatan masih mencari keberadaan DC yang membentak polisi saat hendak menarik mobil seleb TikTok tersebut hingga sekarang untuk dimintai keterangan.

“Kita lagi cari, dan pasti akan kami panggil orang tersebut,” ucap kepolisian saat dihubungi oleh rekan media pada hari Senin (20/02/23).