PHK

Amazon Konfirmasi Akan PHK 18 Ribu Karyawan

JAKARTA, RETENSI.ID – Amazon kabarkan akan memberhentikan lebih dari 18.000 karyawan di perusahaan tersebut, menurut keterangan dari CEO Amazon Andy Jassy dalam sebuah memo kepada staf pada Rabu (4/1) waktu setempat. Kebijakan

Keuangan Memburuk, Tupperware Rencana PHK Karyawan

JAKARTA, RETENSI.ID – Perusahaan yang dulu sempat menjadi raksasa peralatan dapur, Tupperware diberitakan akan merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawannya. PHK ini terjadi karena kondisi keuangan perusahaan yang akhir-akhir ini sedang memburuk. Bahkan dalam 1 tahun terakhir, saham

Ini Alasan Startup Transfer Uang Flip PHK Karyawan

JAKARTA, RETENSI.ID teknologi finansial () Indonesia, , melakukan pemutusan hubungan kerja atau karyawan. perusahaan terpengaruh kondisi ekonomi global yang tidak menentu. 

Flip merupakan startup yang menawarkan layanan transfer beda bank, top up e-wallet, kirim uang ke luar negeri, dan beli produk digital. 

Pada Desember 2021, Flip meraih pendanaan sebesar Rp 691 miliar. ini dipimpin oleh Sequoia Capital India, Insight Partners, dan Insignia Ventures Partners. 

Putaran tersebut sekaligus menandai investasi pertama kali Insight Partners di Indonesia. Insight adalah perusahaan ekuitas swasta dan modal ventura global yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS). 

Co-founder & CEO Flip Rafi Putra Arriyan mengatakan, “demi menjamin keberlangsungan bisnis Flip, manajemen dengan berat hati melakukan reorganisasi internal.” 

Rafi juga mengatakan kondisi ekonomi global hingga saat ini masih tidak menentu, sehingga memberikan dampak kepada hampir semua lini usaha tidak terkecuali Flip. 

Namun, ia tidak merincikan jumlah karyawan yang terdampak pada keputusan PHK ini. Rafi menjelaskan seluruh pihak yang terdampak dari langkah perusahaan ini diberikan kompensasi secara adil dan sepenuhnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. 

Selain itu, karyawan terdampak juga tetap dapat menggunakan fasilitas perusahaan, seperti asuransi kesehatan, pemberian laptop kantor dan bisa memanfaatkan jaringan perusahaan untuk mempermudah akses mencari pekerjaan baru.

Mengaku Gagal, Startup Ternak Uang Kembalikan Uang Investor

JAKARTA, RETENSI.ID – Influencer sekaligus pendiri Raymond Chin mengungkapkan sulitnya membangun startup. Bahkan ia harus melakukan pemutusan hubungan kerja alias dan mengembalikan uang investor.

Raymond menceritakan perjalanan awal startup Ternak Uang yang berencana membuat platform social investing. Perusahaan rintisan ini menyasar pasar milenial dan Gen Z.

Ternak Uang mengumumkan tujuh digit dalam dolar AS pada Februari 2022. Ini berasal dari Patrick Walujo, Kinesys Group, dan Alto Partners.

Dalam unggahan video di akun Youtubenya, Raymond bercerita soal perjalanan Ternak Uang. Berencana untuk profit, platform social investing berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan sekuritas. Namun rencana tersebut batal. Alasannya karena tech winter yang menghantam keras industri sejak beberapa waktu lalu.

“Joint venture-nya enggak jadi. Enggak nyalahin orang lain, harusnya gue lebih pakemin hitam di atas putih. Lebih set ekspektasi kalau deal bisa enggak jadi,” kata Raymond.

Ternak Uang berusaha untuk memperbaiki keadaan. Salah satunya dengan mengembalikan mayoritas investasi yang telah diterimanya. Menurutnya opsi pengembalian itu juga jauh lebih baik. Sebab ada juga startup yang menghabiskan uang investor bahkan harus membebankan hutang kepada mereka.

Anggaran operasional khususnya untuk menggaji karyawan saat itu Rp 1 miliar per bulan. “Kami overhiring dan overspending dengan asumsi industri bakal tumbuh signifikan secara permanen,” kata dia.

Selain itu, startup Ternak Uang melakukan PHK. Jumlah karyawan yang sebelumnya ratusan pun turun menjadi sekitar 20 – 30.

Spotify akan PHK 17 Persen Karyawan untuk Kurangi Biaya

/

JAKARTA, RETENSI.ID – Perusahaan layanan streaming musik akan melakukan pemutusan hubungan kerja () terhadap 17 persen karyawannya. Perusahaan memang tidak mengumumkan secara resmi berapa jumlah karyawan yang di-PHK. Namun, menghitung dari total karyawan sebanyak 9.241 orang, maka jumlah pegawai yang akan dipecat Spotify adalah sekitar 1.500 orang.

CEO Spotify, Daniel Ek menjelaskan alasan perusahaan mengurangi karyawan yaitu untuk membuat perusahaan lebih ramping dan lebih efisien, agar bisa menghasilkan keuntungan. “Hari ini, kita masih memiliki terlalu banyak orang yang ditugaskan untuk mendukung pekerjaan dan melakukan pekerjaan daripada berkontribusi pada peluang dengan dampak nyata,” tulis Ek.

Ia mengungkap, pada 2020-2021, perusahaan mengambil pinjaman dari bank untuk mengembangkan mereka dan mendapat bunga yang murah. Dana hasil utang itu digunakan untuk berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM), konten, dan pemasaran.

Saat itu, pandemi membuat semua orang tinggal di rumah dan layanan streaming musik pun kebanjiran pelanggan. Spotify kemudian merekrut banyak karyawan, sehingga total jumlah pegawainya selama 2020-2023 naik dua kali lipat dari periode sebelum pandemi.

“Kami sekarang berada dalam lingkungan yang sangat berbeda. Dan terlepas dari upaya kami untuk mengurangi biaya tahun lalu, struktur biaya kami masih terlalu besar. Struktur yang lebih ramping dari perusahaan akan memastikan profitabilitas Spotify yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pemilik Spotify juga terus menekan perusahaan agar segera mencetak keuntungan. Ek berjanji Spotify akan kembali menghasilkan profit pada 2024.

Untuk menekan kerugian dan menghasillan profit, Spotify juga sudah menaikkan harga paket langganannya di sejumlah negara, termasuk AS. Ek menyampaikan, para pegawai yang kena PHK akan diberikan pesangon sebesar 5 bulan gaji dan biaya kesehatan mereka akan ditanggung untuk periode tertentu.

Startup Ula yang Didanai Jeff Bezos Resmi Tutup Layanan

/

JAKARTA, RETENSI.ID Perusahaan rintisan atau dengan model B2B asal Indonesia, , telah resmi menutup operasionalnya setelah beberapa kali melakukan pemutusan hubungan kerja () pada karyawannya.

Sebelumnya, Ula menutup sementara operasional pengiriman dan pemesanan per 1 Oktober. “Kami sedang mengevaluasi kualitas jasa untuk persiapan inovasi,” kata Ula melalui Instagram pada September.

Baru-baru ini, Ula mengumumkan keluar dari bisnis distribusi barang kebutuhan atau FMCG (Fast Moving Consumer Goods) dan kembali melakukan PHK. Dikutip dari laman resmi Ula, Minggu (3/12/2023) Ula kembali membuat keputusan besar yakni dengan beralih dari bisnis distribusi FMCG.

“Setelah banyak pertimbangan selama beberapa bulan, kami memutuskan untuk beralih dari bisnis distribusi FMCG yang dipimpin inventaris Ula,” tulis Manajemen Ula.

Langkah tersebut diyakini dapat mendukung transformasi usaha ke skala yang lebih baik dengan tetap memanfaatkan teknologi, memiliki margin tinggi, dan efisiensi modal yang lebih besar.

Ula sempat meraup berkah karena berhasil dikenal di kalangan pengecer, pemasok, dan investor. Namun, kini Ula perlu mengkalibrasi ulang fokus terhadap keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

“Skala dan kompleksitas model distribusi berbasis inventaris memerlukan tingkat yang terbukti menantang terutama di tengah lesunya ekonomi digital,” ujar Manajemen Ula.

Kondisi ini pun tak pelak kembali memicu PHK terhadap sebagian besar anggotanya. Kendati demikian, tidak ada jumlah pasti berapa besar karyawan yang dirumahkan. Manajemen Ula memastikan pegawai yang terkena dampak akan diberikan pesangon sesuai ketentuan.

Startup Carsome PHK Karyawan di Asia Tenggara

//

jual beli mobil bekas, , dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja () terhadap ratusan karyawan di Asia Tenggara. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi biaya agar mencapai profitabilitas menjelang kemungkinan initial public offering (IPO).

Adapun, karyawan yang terdampak berasal dari beberapa negara operasional perusahaan di Asia Tenggara. Sumber anonim Bloomberg menyebut karyawan di Indonesia dan Thailand yang paling banyak terdampak langkah ini. “Kami tetap berkomitmen untuk berinvestasi di semua pasar kami dan mempercepat pertumbuhan profit pada 2024,” ucap CEO Carsome, Eric Cheng dalam keterangan resminya.

Perusahaan startup asal Malaysia ini memiliki sekitar 4.000 karyawan. Pada 2022 diketahui sempat menunda rencana pencatatan ganda atau dual listing plan di Singapura dan Amerika Serikat (AS) karena khawatir memburuknya kondisi makroekonomi dapat mengurangi valuasi Carsome.

Carsome mengumpulkan dana sebesar US$ 290 juta awal tahun 2022 dengan penilaian sebesar US$ 1,7 miliar dalam putaran seri E. Putaran itu dipimpin sejumlah investor, yang meliputi Qatar Investment Authority (QIA), 65 Equity Partners, dan Seatown Capital Master Fund.

Pada bulan Juli, CEO Carsome Eric Cheng mengatakan, perusahaan memperkirakan akan mencapai titik impas tahun ini dan akan mencapai profitabilitas setahun penuh pertamanya pada tahun 2024. Carsome yang didirikan pada tahun 2015 ini telah berekspansi ke Indonesia, Thailand, dan Singapura.

Berdasarkan laman resminya, Carsome bekerja sama dengan lebih dari 13.000 dealer dan menjual lebih dari 150.000 mobil tahun lalu.

Keuangan Memburuk, Tupperware Rencana PHK Karyawan

JAKARTA, RETENSI.ID – Perusahaan yang dulu sempat menjadi raksasa peralatan dapur, diberitakan akan merencanakan pemutusan hubungan kerja () massal terhadap karyawannya. PHK ini terjadi karena kondisi keuangan perusahaan yang akhir-akhir ini sedang memburuk. Bahkan dalam 1 tahun terakhir, Tupperware turun sebanyak 90 persen.

Kabar ini dikonfirmasi oleh CEO Tupperware Miguel Fernandez yang menjelaskan selain dengan melakukan PHK massal, pihaknya sedang meninjau portofolio perusahaannya untuk melihat potensi penghematan perusahaan yang lebih efisien.

“Perusahaan melakukan segala daya untuk mengurangi dampak peristiwa baru-baru ini, dan kami mengambil tindakan segera untuk mencari pembiayaan tambahan dan mengatasi posisi keuangan kami,” jelas Miguel Fernandez.

Tupperware sendiri sudah berjalan selama 77 tahun dan memang dikenal sebagai raksasa dalam industri alat dapur. Tupperware telah mencoba berbagai strategi untuk melepaskan citranya yang dinilai ketinggalan zaman dan mulai menarik pelanggan yang lebih muda dengan produk yang lebih baru dan lebih trendi agar penjualan kembali naik.

Amazon Konfirmasi Akan PHK 18 Ribu Karyawan

JAKARTA, RETENSI.ID – kabarkan akan memberhentikan lebih dari 18.000 karyawan di perusahaan tersebut, menurut keterangan dari CEO Amazon Andy Jassy dalam sebuah memo kepada staf pada Rabu (4/1) waktu setempat.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh CEO Amazon Andy Jassy, Mengutip laporan Variety yang disiarkan Rabu (4/1) waktu setempat, pemutusan hubungan kerja itu akan terjadi di beberapa tim, tetapi mayoritas karyawan yang terdampak mereka yang bekerja di bagian Amazon Stores serta divisi People, Experience, and Technology. Karyawan yang terkena dampak akan dihubungi mulai 18 Januari.

Amazon akan memberikan dukungan terhadap karyawan yang terdampak PHK serta menyediakan pesangon, tunjangan asuransi kesehatan transisi, dan dukungan penempatan kerja eksternal.

Mengingat Amazon saat ini memiliki sekitar 1,5 juta karyawan, termasuk yang bekerja di gudang dan korporat. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu merupakan perusahaan penyedia pekerjaan terbesar kedua di AS setelah raksasa ritel Walmart.

Amazon merupakan salah satu perusahaan yang merasakan efek positif terbesar dari pandemi COVID-19, di mana banyak pelanggan berbondong-bondong belanja online. Untuk memenuhi permintaan yang membeludak, Amazon menggandakan jaringan logistiknya dan merekrut ratusan ribu karyawan.