PDIP

Pertemuan Megawati dan Jokowi di Batutulis

Jakarta, Retensi.id – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Batutulis Bogor. Pertemuan berlangsung selama dua jam. “Makanan secara khusus dipersiapkan oleh Ibu Megawati berupa jagung,

Long March ke KPU Oleh Massa PDIP Di Momen Daftar Pemilu 2024

Jakarta, Retensi.id – Long march dilakukan oleh massa PDI Perjuangan (PDIP) dari kantor DPP menuju Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (1/8/2022). Long march dilakukan dalam upaya untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari rancangan

“Saya Mau Pensiun ke Solo!” Ucap Jokowi saat Ditanya Jika Ingin Gantikan Megawati jadi Ketum PDIP

JAKARTA, RETENSI.ID – Presiden Indonesia () merespons isu yang beredar jika dirinya menjadi Ketua Umum menggantikan . Jokowi mengatakan jika dirinya lebih memilih untuk pulang ke Solo dan setelah dirinya tak lagi menjabat Presiden Indonesia.

“Saya mau pensiun, pulang ke Solo,” ucap Jokowi seusai upacara HUT ke-78 TNI di Monas pada hari Kamis (05/10/2023).

Selanjutnya, Jokowi mengatakan jika masih banyak tokoh muda yang lebih layak menjadi PDIP. Dia menyebut nama Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo dalam pernyataannya tersebut.

“Mbak Puan, Mas Prananda,” lanjut Jokowi.

Sebagai informasi, usulan Jokowi menjabat sebagai Ketum PDIP juga ditanggapi oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah (PDIP Jateng) Bambang Wuryanto atau yang akrab dikenal sebagai Bambang Pacul. Dia soal Megawati yang menjadi Ketua Umum PDIP karena proses .

“Harus diunderline, saya bukan sebagai Ketua DPD, omongan saya tidak mewakili siapa pun kecuali diri saya. Saya mengira ini kan semacam ada demam ketua umum. Orang jadi ketua umum gampang gitu loh, karena ada yang membuat ketua umumnya gampang sekali. Mungkin demam itu sehingga orang bicara soal ketua umum,” ucap Bambang Pacul di kantor DPD PDIP Jateng, Semarang pada hari Rabu (04/10/23).

“Jadi mengganti trah Sukarno di PDI Perjuangan, mohon izin, itu nggak gampang. Karena apa, karena komunitas pemilih PDI itu utamanya Bung Karno,” akhiri Bambang dalam pernyataannya.

“Khofifah Masuk Radar Kami” Ucap Puan Mengenai Isu Khofifah Menjadi Cawapres Ganjar

, RETENSI.ID – PDI Perjuangan masih mencari sosok cawapres yang cocok untuk mendampingi di mendatang. Ketua PDIP sendiri mengatakan jika Indar Parawansa masuk dalam cawapres untuk .

“Masuk dalam radar,” ucap di Tribrata, Jakarta Selatan pada hari Kamis (28/09/2023).

Puan mengatakan jika nama Khofifah muncul sebagai cawapres Ganjar karena kinerjanya sebagai Gubernur Jatim dianggap sangat cocok untuk mendampingi Ganjar di Pilrpes 2024 mendatang.

“Ya bisa aja nama Bu Khofifah muncul dan kita pertimbangkan nama Bu Khofifah,” lanjut Puan.

Sebagai informasi, PDIP memang masih menyembunyikan sosok yang akan menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo. PDIP menyebut jika cawapres Ganjar bisa jadi adalah seorang pria, namun bisa juga wanita.

“Terkait dengan capres, cawapres siapa yang akan mendampingi Ganjar Pranowo? Nanti pada momentum yang tepat karena pendaftaran di sendiri itu baru dilakukan pada tanggal 19 Oktober. Dimulai 19 Oktober kalau tidak salah sampai 25,” ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada saat berada di DPP PDIP pada hari Senin (25/09/2023).

Hasto lalu mengatakan jika pengumuman sosok bacawapres Ganjar bisa saja diumumkan jelang pendaftaran dibuka.

“Bisa mendekati saat-saat pendaftaran, bisa juga jauh sebelumnya selama pembentukan tim pemenangan nasional ini kan harus dilakukan dulu sampai ke daerah-daerah,” akhiri Hasto dalam pernyataannya.

“Siapa Bilang Manuver!” Ucap Puan Mengenai Isu Manuver Politik Keluarga Jokowi setelah Kaesang Pindah ke PSI

, RETENSI.ID – Ketua PDI Perjuangan () merespon isu politik yang dilakukan oleh putra bungsu Presiden , Kaesang Pangarep yang kini telah resmi menjadi PSI. tidak menganggap ada terjadi manuver dari keluarga Jokowi di balik hengkangnya Kaesang dari PDIP ke PSI.

“Siapa yang menganggap manuver? Saya enggak, biasa aja,” ucap Puan pada hari Selasa (26/09/2023).

Puan sendiri secara pribadi telah mengucapkan selamat kepada Kaesang yang telah menjadi ketua umum dari PSI.

“Yang bisa saya sampaikan selamat untuk Mas Kaesang, sudah menjadi Ketua Umum PSI, semoga amanah dan bisa bekerja dengan baik sebagai ketua umum. Selamat ya, Mas Kaesang,” lanjut Puan.

Dalam kesempatan yang sama, Puan juga mengajak Kaesang dan PSI untuk ikut bergabung dengan PDIP dalam mendukung Pranowo pada Pilpres 2024 kelak. Ia mengatakan jika PDIP akan selalu terbuka.

“Lah kan saya selalu mengatakan bahwa PDIP selalu terbuka. Kami akan selalu bersilaturahmi, namun memang sebuah itu mempunyai strateginya masing-masing dalam, apa namanya, merangkul, kemudian memenangkan capresnya. Jadi kemudian, ayo, Mas Kaesang, ikut PDIP aja yuk,” akhiri Puan dalam pernyataannya.

“Cawapres Saya Nanti, Sabar!” Jawab Ganjar saat Ditanya Mengenai Cawapresnya

//

, RETENSI.ID – Bacapres dari PDI Perjuangan () Pranowo meminta agar semua pihak untuk sabar menunggu mengenai siapa yang nanti akan mendampingi dirinya pada .

“Cawapres itu nanti, sabar,” ucap Ganjar di Hotel Vasa Surabaya usai bertemu degan pada hari Jumat (22/09/2023).

Saat ada yang bertanya kembali mengenai siapa sosok cawapresnya nanti, Ganjar kembali meminta mereka untuk bersabar menunggu berita resminya.

“Sabar-sabar, nanti,” tambahnya.

Walaupun begitu, sudah ada sejumlah nama yang masuk dalam bursa cawapres sebagai pendamping di 2024 kelak.

Nama-nama tersebut adalah RI yang juga sekaligus Ketua Bapilu PPP Sandiaga Salahudin Uno, kemudian ada nama Menkopolhukam RI Mahfud Md. Terakhir ada muncul isu nama dari dan Ganjar Pranowo yang akan berpasangan di Pilpres 2024 mendatang. Hal itu dibantah oleh Ganjar dan ia menganggap jika itu hanya isu saja.

“Kata siapa? Ngomong kok isu,” akhiri Ganjar dalam pernyataannya.

“Pemimpin Bukan Malaikat! Tidak Harus Sempurna” Ucap Ganjar Menjelang Pilpres 2024

, RETENSI.ID – Kandidat capres yang berasal dari , mengeluarkan pernyataan jika harus memberikan optimisme dan menyajikan fakta pada . mengatakan jika pemimpin bukanlah malaikat yang bisa menyelesaikan semua permasalahan dengan sempurna.

“Saya mau bercerita saja, pemimpin harus memberikan optimisme, data dan fakta boleh disajikan, dan pemimpin bukan malaikat yang bisa menyelesaikan dengan seluruh kesempurnaan. Tidak ada itu,” ucap Ganjar dalam pidatonya di Kuliah Kebangsaan FISIP yang dilaksanakan di FISIP UI, Depok pada hari Senin (18/09/2023).

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan jika mempunyai rekam jejak yang tidak terlalu buruk. Meskipun masalah korupsi dan pelayanan yang buruk di Indonesia masih tetap ada.

“Hari ini mungkin saya sampaikan bahwa Indonesia tidak terlalu buruk track recordnya sudah jelas. Bahwa ada problem tadi, korupsi iya, ada problem layanan publik yang buruk, nanti kita diskusikan dan saya akan mendengar dan berbagi cerita, karena di dalam tema itu diceritakan dituliskan kepada saya bahwa apa mimpi ke depan dan pengalaman yang bisa dibagi, saya akan ceritakan,” lanjut Ganjar.

Terakhir, Ganjar mengatakan jika Indonesia saat ini butuh gebrakan yang lebih maju di . Menurut Ganjar, Indonesia memiliki peran yang sangat penting di ASEAN bahkan di G20.

“Untuk bisa membuktikan bahwa G20 kita mendapatkan peran penting, ASEAN kita mendapatkan peran yang cukup penting. Artinya roadmap kita dalam politik global tidak terlalu buruk,” akhiri Ganjar dalam pernyataannya.

“Enak Aja, Ga Segampang Itu!” Tolak Gibran pada Ajakan Masuk PSI

SOLO, RETENSI.ID – Putra dari Presiden Joko Widodo (), Rakabuming Raka baru saja menolak untuk dipakaikan jaket merah berlogo dan menolak untuk diajak pindah ke PSI.

Ajakan masuk PSI itu awalnya disampaikan oleh akun resmi Twitter PSI yang mengunggah foto dari Ketum PSI Giring Ganesha dan Solo Gibran Rakabuming Raka saat hadir di acara Kopdarnas PSI di Tennis Indoor beberapa saat lalu. Ajakan untuk masuk PSI pun langsung ditolak oleh Gibran melalui pernyataan resminya.

“Login dong Mas @gibran_tweet,” cuit akun Twitter DPP PSI pada hari Rabu (23/08/2023).

“Gak,” balas Gibran melalui kolom komentar.

Gibran lalu menjelaskan alasan dirinya menolak ajakan masuk ke PSI. Ia mengatakan jika untuk berpindah partai tidak semudah yang dipikirkan orang-orang.

“Nggak bisa segampang itu, enak aja,” ucap Gibran saat ditanya mengenai alasannya menolak masuk PSI.

Gibran juga menegaskan jika dirinya masih ber- PDIP, sehingga tidak mungkin untuk berpindah partai dalam waktu dekat.

“Nggak juga, saya masih memegang KTA PDIP,” tegas Gibran menolak ajakan masuk PSI.

“Kok Bisa Sampai MA Gajadi Hukum Mati?” Ucap Megawati Heran dengan Keputusan MA Terkait Ferdy Sambo

, RETENSI.ID – Soekarnoputri menyenggol pernyataan Agung () yang membatalkan hukuman mati yang dijatuhkan pada mantan Kadiv Propam Ferdy dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) beberapa bulan lalu.

Dalam pidatonya, Megawati awalnya mengaku sangat heran dengan perbuatan Sambo, seorang yang berpangkat jenderal bintang dua dengan teganya membunuh anak buahnya sendiri.

“Tapi ada juga ya jenderal, makanya aku nyentil itu Pak Sambo, kok anak buah sendiri bisa dibunuh? Udah gitu saya mikir gini, hukum ini hukum apa ya sekarang?” senggol Megawati soal Sambo dalam pidatonya di acara ‘Sosialisasi Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Pada Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka’ di Jakarta Selatan pada hari Senin (21/08/23).

Megawati juga mengatakan jika Sambo awalnya sudah divonis hukuman mati pada tingkat pertama hingga banding. Ia mempertanyakan mengapa hukuman Sambo bisa dikurangi setelah masuk MA.

“Sudah dua pengadilan, yang tingkat pertama hukuman mati, yang kedua hukuman mati, masuk ke MA eh kok pengurangan hukuman?” lanjut Megawati.

Meski demikian, ketua umum PDIP itu mengatakan jika dirinya tetap menghormati putusan MA tersebut. Namun, ia memang tidak habis pikir dengan alasan MA yang mengubah hukuman mati Sambo menjadi seumur hidup.

“Bagi saya, saya menghormati Mahkamah yang namanya Agung, saya menghormati Mahkamah Konstitusi yang meskipun itu saya yang buat, bayangin saya ini sebagai presiden banyak lho buat ini,” akhiri Megawati dalam pidatonya.

“Pilih Ganjar di Pilpres 2024!” Ajak Gibran dan Bobby pada Masyarakat di Pilpres 2024

JAKARTA, RETENSI.ID – Beredar sebuah video di channel Youtube PDIP yang berisikan ajakan dari Medan Nasution pada masyarakat agar memilih Pranowo di mendatang. Dalam video tersebut, Bobby mengatakan jika Ganjar memiliki rekam jejak politik yang jelas, sehingga patut untuk dipilih sebagai presiden Indonesia pada pilpres 2024.

“Saya mengajak untuk sama sama kita memilih yang sudah jelas nya seperti bapak untuk kita pilih menjadi presiden pada pilpres 2024,” ucap Bobby Nasution dalam video yang beredar pada hari Senin (21/08/23).

Bukan hanya Bobby Nasution, video dari Wali Kota Surakarta Rakabuming yang turut serta mengajak masyarakat untuk memilih Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 nanti juga beredar di media sosial.

“Saya mengajak seluruh untuk berbondong-bondong ke TPS di 14 Februari nanti untuk memilih PDIP dan pak Ganjar Pranowo,” ucap Gibran dalam video tersebut.

Sebagai informasi, Ganjar Pranowo adalah bakal calon presiden yang mendapat support dari beberapa partai yaitu PDIP, PPP, Hanura, Perindo dan PSI. Namun sejauh ini belum ada yang ditentukan untuk mendampingi Ganjar dalam pilpres mendatang. Selain itu, KPU juga belum membuka pendaftaran untuk capres-cawapres. Masa pendaftaran baru dibuka pada bulan Oktober mendatang.

“Tanya Puan” Reaksi Jokowi saat Ditanya Peluang Gibran Jadi Cawapres Ganjar

, RETENSI.ID – Presiden Indonesia Joko Widodo mengeluarkan respons atas pernyataan dari Ketua PDIP Maharani yang memberi peluang Surakarta Gibran Rakabuming Raka untuk maju mencalonkan dirinya menjadi cawapres . tersenyum saat memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

“Tanyakan Bu Puan saja,” ucap Jokowi di Gedung MPR RI, Jakarta Pusat pada hari Jumat (18/08/2023).

Pada waktu yang sama, beberapa pejabat yang sedang mendampingi Jokowi waktu itu juga ikut tertawa mendengar jawaban Jokowi. Setelah itu, mereka semua terlihat bergerak meninggalkan tempat.

Sebagai informasi, Puan Maharani mengeluarkan pernyataan kontroversial sebelumnya, yaitu PDIP membuka peluang untuk Gibran Rakabuming untuk maju menjadi cawapres dari Ganjar Pranowo. Namun hal itu tergantung dari keputusan terkait permohonan uji materi mengenai ambang batas minimal umur dan cawapres.

“Kita mencermati hal tersebut, kalau emang kemudian di MK-nya kemudian disetujui ada calon cawapres di bawah 40 tahun ya bisa saja Mas Gibran yang maju,” ucap Puan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada hari Kamis (17/08/23).

Sementara itu, uji materi yang dibicarakan Puan saat ini masih berlanjut di MK. Ketua MK Anwar Usman mengatakan jika saat ini persidangan perkara tersebut masih di tahap pembuktian.

“Masih , masih pembuktian di sidang berikutnya,” ucap Anwar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada hari Senin (14/08/23).

“Gibran Gabung PSI Saja!” Ucap Ketua DPP PSI Melihat Gibran Dikucilkan dari PDIP

SEMARANG, RETENSI.ID – mengeluarkan komentar soal yang tak diundang ke acara “Konsolidasi Pikir Kepala Daerah Kader Partai dalam Menghadapi Situasi Saat Ini dan Menuju Pemilu” oleh partainya sendiri, Jawa Tengah di Semarang. PSI merasa jika Gibran dikucilkan dari PDIP.

“Sayang sekali jika kepala daerah yang punya rekam jejak bagus dan sedang bersinar seperti Mas Gibran dikucilkan dari PDIP,” ucap Ketua PSI Satia Chandra Wiguna pada hari Rabu (16/08/2023).

Lebih lanjut, Satia mengatakan jika Gibran adalah yang mempunyai visi dan integritas yang bagus. Dalam kesempatan yang sama, ia pun mengajak putra itu untuk bergabung saja ke PSI.

“Jika memang PDIP sudah tidak membutuhkan Gibran, sebaiknya Mas Gibran masuk PSI aja, gabung dengan sesama bocil ,” lanjut Satia.

Komentar ini muncul usai sebelumnya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku jika dirinya tak diundang ke acara “Konsolidasi Pikir Kepala Daerah Kader Partai dalam Menghadapi Situasi Saat Ini dan Menuju Pemilu” yang diadakan oleh PDIP Jawa Tengah di Semarang. Gibran mengatakan jka dirinya tak diundang karena dianggap “anak ingusan” oleh PDIP.

“Nggak tahu aku malahan. Nggak papa, mungkin yang diundang yang senior-senior, yang ingusan nggak diundang,” ucap Gibran pada hari Selasa (15/-8/2023) malam.

1 2 3