Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Review dan Sinopsis Film Sewu Dino (2022)

Jati Febriansyah

Bagikan

Review dan Sinopsis Film Sewu Dino (2022)

Jati Febriansyah

Bagikan

Poster Film Sewu Dino

JAKARTA, RETENSI.ID –” adalah sebual yang menjadi solusi dan penebus dosa setelah kekecewaan yang terjadi di film yang tidak memuaskan “ Di Desa Penari”. Sementara kedua film ini didasarkan pada cerita yang sempat beredar di internet, yaitu SimpleMan, “Sewu Dino” merupakan yang lebih baik. Seluruh tim penulis Agasyah Karim dan Khalid Khasogi, bersama dengan sutradara Kimo Stamboel, pantas mendapat penghargaan atas penyegaran dunia cerita SimpleMan.

Dalam film “Sewu Dino”, Kimo Stamboel berhasil memainkan visual dan penyajian dengan cerdik, meskipun karakteristiknya yang berlumuran darah tampaknya lebih terkontrol. Gambar yang dibuat oleh Patrick Tashadian sangat mendukung, dan film ini terasa unik dan terhubung dengan cerita SimpleMan.

“Sewu Dino” berfokus pada masalah atau tahayul yang ada di Indonesia dipadukan dengan jumpscare yang tidak terlalu banyak, membuat film ini cocok untuk penonton remaja. Meskipun ceritanya sederhana, ada sensasi yang menggelitik. Dengan mengutamakan kualitas produksi dan menghindari penggunaan konten viral, masa depan cerita SimpleMan masih memiliki harapan.

Untuk mewujudkan gagasan dari cerita SimpleMan yang beredar di internet dengan baik, penting untuk memilih penulis dan sutradara yang tepat. Terakhir, untuk menghindari kehilangan pelanggan, pendekatan pemasaran yang menjanjikan adegan baru harus dipertimbangkan kembali.

Baca berita RetensiID lainnya di: Google News RETENSI.ID